Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi timun (freepik.com/jcomp)
ilustrasi timun (freepik.com/jcomp)

Sebentar lagi hari akan menuju akhir pekan, jangan sampai semangatmu luntur ya. Supaya semakin semangat, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Ramalan mengawali hari ini yaitu dadig krana, baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama.

Sementara itu, banyu urug artinya baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Mengandung tanda mengecewakan

ilustrasi kecewa (unsplash.com/Arif Riyanto)

Kala ingsor adalah hari yang mengandung sifat atau tanda-tanda mengecewakan. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

Sementara itu, kala dangu merupakan hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. 

Baik memelihara hewan ternak

ilustrasi ternak ayam (pexels.com/Italo Melo)

Kala upa merupakan hari yang baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). 

Kala rumpuh artinya tidak baik untuk pindah rumah. Adapun hari kala siyung adalah hari yang tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. 

Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan

Salah wadi berarti tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Titibuwuk adalah hari baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting, bepergian, dan membuat tangga.

Tutur mandi adalah hari baik untuk melakukan hal yang bersifat gaib (kedyatmikan), memberikan petuah atau nasihat. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Dahat Kingking, Pratiti: Saskara.

Editorial Team