Hari baik menurut Hindu Bali pada Sabtu, 1 Februari 2025 adalah amerta dewa. Ini merupakan hari yang baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya. Hari baik amerta dewa juga didukung dengan dewa ngelayang. Artinya hari ini juga baik untuk membangun tempat-tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur. Penasaran seperti apa hari baik lainnya? Ini selengkapnya.
Hari Baik Menurut Hindu Bali 1 Februari 2025

1. Baik memulai suatu usaha
Amerta gati adalah hari baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, mengupacarai bangunan baru (melaspas), dan bercocok tanam.
Kala bangkung dan kala nanggung artinya tidak baik untuk mulai memelihara ternak. Kala dangu adalah hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian. Sarik ketah adalah hari baik untuk membuat tembok pagar.
2. Baik melakukan kerja bakti
Semut sedulur merupakan hari yang baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat. Kala rumpuh artinya tidak baik untuk pindah rumah, memulai memelihara ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi (ternak).
Kala temah adalah hari yang tidak baik untuk dewasa ayu. Panca prawani merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
3. Baik menyembah Dewi Sri
Sri murti adalah hari baik untuk memuja atau mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Sri tumpuk artinya baik untuk memcari burung (mepikat). Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, mulai berlatih atau belajar.
Titibuwuk adalah hari baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga atau banggul. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Sida Kasobagian, Pratiti: Jaramerana.