Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Hindu Bali 6 Oktober 2026, Cocok Menanam Timun

Kab. Gianyar
2 min read
Hari Baik Hindu Bali 6 Oktober 2026, Cocok Menanam Timun
Dagangan timun suri di Pasar Pasir Gintung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Share Article

Selamat pagi semuanya, semoga kabar baik dan sehat. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu pada Selasa, 6 Oktober 2026. 

Mengawali hari ini ada ramalan dadig krana yang baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

  1. 1. Baik membuka lahan pertanian baru

    Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
    Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

    Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

    Kala mretyu artinya baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, memberi nasihat kepada orang lain. Namun, tidak baik untuk segala yadnya. 

    Ada juga hari yang disebut dengan kala sudukan artinya tidak baik untuk memindahkan orang sakit dan menunjukkan unsur perombakan. 

  2. 2. Baik membuat alat penangkap ikan

    nelayan bali.jpeg
    Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

    Macekan wadon adalah hari baik untuk membuat taji, tombak, keris, dan alat penangkap ikan. Kala pati artinya baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. Namun, tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya. 

    Kala sapuhau adalah hari baik untuk membuat alat-alat pertanian seperti garu, tulud, pemlasahan, tenggala (bajak). Namun, tidak baik untuk membangun. 

    Kala sungsang artinya hari yang mengandung sifat/unsur terbalik, bertentangan, dan kontras. Hari ini tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya.

  3. 3. Baik menggarap sawah

    Ilustrasi sawah (IDN Times/Dwi Agustiar)
    Ilustrasi sawah (IDN Times/Dwi Agustiar)

    Pamacekan artinya baik untuk mengerjakan sawah/kebun serta membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya.

    Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

    Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, dan membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Buat Merang, Pratiti: Saskara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More