Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 5 Oktober 2026, Hindari Nikah dan Ngaben
Ilustrasi rangkaian upacara Ngaben di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Senin, 5 Oktober 2026, Banyu Milir dinilai baik untuk membuat sumur, kolam, membuka aliran air, serta menyadap nira.
  • Hari ini baik untuk menanam umbi, membuat terowongan, pekerjaan memakai api, membuka lahan pertanian, dan memelihara ternak.
  • Sejumlah kegiatan sebaiknya dihindari, termasuk pernikahan, ngaben, membangun atau mengatapi rumah, upacara Manusa Yadnya serta Pitra Yadnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selamat pagi semuanya, semangat menjalani aktivitas pada Senin, 5 Oktober 2026. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu. 

Mengawali pagi ini ada ramalan banyu milir yang baik untuk membuat sumur, kolam, membuka jalan air, dan ngirisin (menyadap nira). Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik menanam umbi-umbian

Ilustrasi kentang (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Kala luang adalah hari baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben 

Hari ini juga tidak baik untuk membangun rumah. Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. 

2. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi kebun lada (IDN Times/Sunariyah)

Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala tampak adalah hari yang tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). 

Kala sungsang mengandung sifat/unsur terbalik, bertentangan, dan kontras. Sehingga tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya. Kala upa adalah hari baik untuk memelihara ternak (wewalungan).

3. Baik membuka sekolah

Ilustrasi sekolah. (IDN Times/Masdalena Napitupulu)

Tunut masih bermakna sebagai hari baik untuk melas rare (bayi menetek), mulai mengajar/melatih ternak bekerja, dan membentuk perkumpulan (organisasi).

Hari ini juga baik untuk memulai membuka sekolah atau perguruan, baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat. 

Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan upacara  Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Patining Amerta, Pratiti: Widnyana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article