Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hantavirus Hantui Dunia Kesehatan, Kenali Ciri dan Penangannya
ilustrasi tikus di rumah (pixabay.com/Kapa65)

  • Hantavirus berasal dari tikus dan menular ke manusia lewat udara yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus, sehingga kebersihan lingkungan jadi faktor penting pencegahan.
  • Gejala infeksi meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, muntah hingga gangguan pernapasan berat dengan tingkat kematian mencapai 40-50 persen bila berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome.
  • Belum ada vaksin untuk hantavirus, sehingga masyarakat disarankan menerapkan PHBS, memakai masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebu serta menjaga rumah bebas dari tikus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDNTImes- Kasus penyebaran hantavirus yang menjangkiti penumpang sebuah kapal pesiar menjadi perhatian dunia. Kekhawatiran penyebaran penyakit ini akan menjadi seperti pandemi COVID-19.

Berkaitan dengan fakta itu, informasi mengenai gejala dan penyebabnya menjadi sangat penting, agar masyarakat bisa melakukan langkah pencegahan sehingga tidak terinfeksi.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana, dr Diah Permata Kinanti, SpP memaparkan, infeksi hantavirus berasal dari tikus. Penularannya ke manusia melalui udara yang terkontaminasi kotoran, urine dan air liur tikus.

Salah satu langkah utama mencegah infeksi virus ini adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus.

1. Gejala infeksi hantavirus

Mikrograf elektron dari Hantavirus. (commons.wikimedia.org/Photo Credit: Content Providers(s): CDC/Cynthia Goldsmith)

Diah melanjutkan jika seseorang terinfeksi akan mengalami demam, lemas hingga gangguan pernapasan pada kasus yang berat. Sedangkan saat gejala awal terjadi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot seperti pegal, lemas, mudah lelah, mual, muntah dan diare.

Hantavirus menginfeksi saluran pernapasan yang bisa memunculkan gejala batuk kering, sesak napas hingga dada terasa berat.

2. Tidak menular dari manusia ke manusia

ilustrasi dada sakit (freepik.com/drazenzigic)

Menurut Diah, angka mortalistas atau kematian hantavirus pada manusia cukup tingga yaitu mencapai 40-50 persen jika menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Namun infeksi virus ini tidak bisa menyebar dari manusia ke manusia.

"Hantavirus ini menyebar dari tikus ke manusia. Sehingga pencegahan utama adalah menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya seperti urine, tinja dan air liur serta membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus dengan cara yang aman," ujar Diah, Jumat (8/5/2026)

Masa inkubasi hantavirus umumnya berkisar antara 1 hingga 8 minggu setelah paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi virus.

3. Belum tersedia vaksin

ilustrasi bangunan kotor yang sudah lama tidak digunakan bisa menjadi tempat paparan hantavirus(pexels.com/Francesco Paggiaro)

Diah mengatakan hingga saat ini belum ada vaksin untuk hantavirus, sehingga yang perlu dilakukan untuk mencegah infeksi dengan menerapkan PHBS. Ditambah menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebu, hingga menyemprot disinfektan sebelum menyapu, dan pastikan rumah bebas dari tikus. "Lakukan kebiasaan cuci tangan yang rutin dengan sabun," ujarnya.

Ia melanjutkan bila terinfeksi hantavirus lakukan isolasi, gunakan masker, istirahat dan periksakan ke dokter apabila ada keluhan yang memberat.

Editorial Team