Badung, IDN Times – Rencana pengoperasian taksi laut atau water taxi rute Canggu-Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali menjadi sorotan. Proyek yang diklaim mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 30 menit itu dinilai menarik sebagai solusi kemacetan, namun juga menyimpan sejumlah risiko lingkungan.
Geolog dan Praktisi Manajemen Bencana, Ida Bagus Oka Agastya mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menjalankan proyek sebelum ada kajian teknis dan lingkungan yang matang.
“Hal yang perlu diwanti-wanti sebelum proyek ini bergerak lebih jauh adalah kajian data gelombang dan sedimen jangka panjang dari BMKG,” kata Oka, Rabu (20/5/2026).
