Denpasar, IDN Times – Menyeruaknya fenomena crosshijaber akhir-akhir ini yang ramai diperbincangkan di media sosial (Medsos) tak selamanya membawa kesan negatif. Fenomena crosshijaber memang identik dengan pria yang suka dandan, memakai baju perempuan yakni hijab, gamis, kerudung dan sebagainya. Pun disebut mereka memang memiliki komunitas sendiri dan memilih terrtutup.
Memang agak susah menemukan crosshijaber di Bali, namun diduga mereka sebenarnya juga ada. Sedikit berbeda dengan crosshijaber, seorang pria dengan nama samaran Jubaidah (29) ini merupakan crossdresser. Ia bersedia berbagi ceritanya kepada IDN Times soal fenomena crossdresser dan crosshijaber. Berikut ini pengakuannya saat diwawancara, Senin (21/10):