Gianyar, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mendorong jajaran pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjadi bapak/ibu asuh untuk keluarga miskin di Bali.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Pembahasan Raperda Perubahan APBD Bali TA 2026, Gede Kusuma Putra, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali pada Jumat lalu, 25 September 2026).
Kusuma mengungkapkan bahwa saat ini tingkat kemiskinan Bali berada di angka 3,42 persen dari jumlah penduduk Bali sekitar 4,4 juta jiwa, berarti ada penduduk miskin sekitar 150 ribu jiwa.
Gagasan bapak/ibu asuh ini muncul karena keyakinan DPRD Bali atas kemampuan para pejabat yang melebihi angka kemiskinan di atas.
“Dewan mendorong Pemerintahan Provinsi Bali dalam hal ini saudara gubernur dan jajaran, minimal eselon 2 serta dewan membuat gerakan bersama untuk menjadi bapak/ibu asuh keluarga miskin di Bali,” ujar politikus PDIP ini.
Ia mengatakan program ini dapat melibatkan Pemerintahan Kabupaten/Kota di Bali.
Selain mengingatkan soal gerakan bapak/ibu asuh keluarkan miskin, Kusuma juga mengingatkan Pemprov Bali untuk membuat target Zero rumah tidak layak huni di tahun 2029.
