Karangasem, IDN Times - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Karangasem tak menyurutkan langkah dr Ni Wayan Kurnia Wati MBiomed SpA.
Alih-alih ikut mengantre bensin yang bisa memakan waktu berjam-jam, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem itu memilih berjalan kaki sekitar 7 km (kilometer) dari rumahnya ke rumah sakit.
Langkah tersebut dilakukan, pada Kamis (15/10/2026). Dari kediamannya di seputaran Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, ia berjalan ke RSUD Karangasem untuk menjalankan tugas dan melakukan visit pasien.
"Daripada nunggu antrean bensin, lebih cepat sampai kalau jalan kaki," ujar Kurnia Wati, Jumat (16/10/2026).
Ia membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di rumah sakit. Terik matahari dan debu di sepanjang perjalanan tak menjadi alasan baginya untuk menunda pelayanan kepada pasien.
Dokter yang telah bertugas di RSUD Karangasem sejak 2015 itu memilih memastikan kewajibannya tetap berjalan, meski situasi kelangkaan BBM tengah menyulitkan mobilitas masyarakat.
