Denpasar, IDN Times - Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan agar wilayah pimpinannya itu menggunakan Kalender Tika. Dia menilai, kalender itu merupakan bentuk warisan leluhur.
“Kita mengenal Kalender Tika. Harinya kan gak pernah berubah, 35 hari itu sudah satu bulan. Kalender yang Bali itu kan dia lengkap, ada Eka, ada Tri, ada Panca, ada Sapta, macam-macam. Segitu juga dijadikan warisan,” papar Koster pada 30 Desember lalu.
Lalu, apa sebenarnya Kalender Tika? Bagaimana sejarahnya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.
