Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tanaman kopi di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Tanaman kopi di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Intinya sih...

  • Tanaman kopi dan kakao di Tabanan usang, mengakibatkan penurunan kualitas dan produktivitas.

  • Peremajaan tanaman kopi 100 hektare dan kakao 150 hektare akan dilakukan di wilayah Kecamatan Selemadeg Raya, Kecamatan Marga, dan Kecamatan Pupuan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDNTimes-Kabupaten Tabanan, Bali, merupakan daerah penghasil kopi dan kakao yang memiliki harga jual stabil dan tinggi. Untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi dan kakao, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Pertanian mengusulkan peremajaan tanaman perkebunan seluas 250 hektare. Usulan peremajaan itu disampaikan ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, untuk tahun anggaran 2026. Usulan tersebut terdiri atas 100 hektare tanaman kopi dan 150 hektare tanaman kakao.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti, mengatakan pengajuan dengan total luasan ratusan hektare ini menjadi langkah strategis daerah dalam meningkatkan kembali produktivitas komoditas kopi dan kakao di Tabanan.

1. Tantangan komoditas kopi dan kakao di Tabanan adalah tanaman yang usianya tua

Tanaman cokelat (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Sintha menjelaskan selama ini kualitas tanaman kakao dan kopi di Tabanan tertekan akibat usia tanaman yang sudah tua. Menurutnya untuk peningkatan kualitas ini, pada tahun 2026 Tabanan mengajukan peremajaan tanaman kopi seluas 100 hektare dan kakao 150 hektare.

Adapun usulan ini disusun berdasarkan data statistik tanaman yang perlu diremajakan. "Jadi pengajuan ini bukan semata jumlah proposal yang masuk,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026)

2. Target wilayah peremajaan kopi dan kakao di Tabanan

Tanaman kopi di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Wilayah yang menjadi sasaran peremajaan ini menurut Sintha untuk komoditas kakao, bantuan seluas 150 hektare diusulkan menyasar kawasan sentra kakao di Kecamatan Selemadeg Raya dan Kecamatan Marga. Dua wilayah tersebut diproyeksikan sebagai penyangga utama bahan baku dari perusahaan PT Cau Coklat, sehingga keberlanjutan produksi kakao menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sementara itu, peremajaan kopi seluas 100 hektare difokuskan di Kecamatan Pupuan yang dikenal sebagai sentra kopi robusta Tabanan dan telah memiliki sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Kawasan ini dinilai siap menerima bantuan karena dukungan kelembagaan petani dan karakteristik lahannya.

3. Bantuan diprioritaskan ke Subak Abian

Tanaman coklat (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Sintha menambahkan bantuan peremajaan pada 2026 akan diprioritaskan ke Subak Abian atau kelompok tani yang belum pernah menerima bantuan di tahun-tahun sebelumnya. Meski proposal telah direkap, pihaknya masih menunggu kepastian besaran alokasi dari pemerintah pusat dan akan melakukan verifikasi lanjutan sebelum penyaluran.

Usulan 150 hektare kakao dan 100 hektare kopi pada 2026 ini diharapkan mampu mengurangi dominasi tanaman tua yang selama ini menekan produksi. "Dengan tanaman baru, produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” ujarnya.

Editorial Team