Denpasar, IDN Times - Siapa sangka pemulihan pariwisata Bali pascapandemik COVID-19 tidak semulus yang direncanakan. Banyak permasalahan pariwisata bermunculan dan menjadi sorotan PHRI. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengatakan perizinan OSS (Online Single Submission) malah berkontribusi terhadap alih fungsi lahan di wilayah Bali, karena kecenderungan para investor memilih lokasi yang cepat mengembalikan modal seperti di Canggu, Kuta, dan Ubud.
"Ada isu-isu sebenarnya tingkat kabupaten/kota, ada isu-isu provinsi, dan tingkat nasional. Yang menjadi sorotan kami dri BPD isu-isu nasional masalah perizinan yang mana banyak menimbulkan persoalan di Bali khususnya tentang alih fungsi lahan, over consentrated yang tentu mereka memilih temmpat-tempat yang mereka anggap bisa cepat mengembalikan modal mereka," ungkapnya usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke V Tahun 2025 PHRI BPD Provinsi Bali di Kantor BTB Bali, Renon, Denpasar, pada Rabu (22/1/2025).
Selain hal tersebut beberapa permasalahan pariwisata di Bali ini menjadi topik hangat dalam rapat.
