Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
longsor bangli.jpeg
Pencarian korban hilang akibat tanah longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

Gianyar, IDN Times - Selama sepekan terakhir, tanah longsor melanda sejumlah daerah di Bali. Lemahnya struktur tanah akibat minimnya daya serap, membuat derasnya air hujan tidak ada yang menahan. Kejadian longsor di Bali sepekan terakhir juga menyebabkan korban jiwa.

Selain minim serapan, cuaca ekstrem akibat krisis iklim menjadi faktor tambahan penyebab bencana hidrologi. Alih fungsi lahan tak terkendali, menggerus lahan-lahan alami di Bali. Lalu, di mana saja titik kejadian tanah longsor di Bali? Bagaimana kondisinya berdasarkan cek potensi bencana? Berikut informasi selengkapnya.

Tanah longsor di Gianyar, menewaskan seorang buruh bangunan

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Kamis, 12 Februari 2026 lalu, tiga orang buruh bangunan tertimbun tanah longsor di Kabupaten Gianyar. Dua orang selamat, satu buruh atas nama Nyoman Sujana (46) meninggal dunia. Ketiga buruh tengah mengerjakan proyek perbaikan senderan di Jalan Air terjun Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati.

Jika mengecek inaRISK Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kawasan Sukawati di Kabupaten Gianyar termasuk dalam kerentanan rendah bencana tanah longsor. Meskipun demikian, kamu harus tetap waspada menjalani aktivitas di sekitar sungai dan situasi hujan deras.

Tanah longsor di Tegallalang, Gianyar

Evakuasi mobil tertimbun longsor di Wisata Ceking, Tegallalang. (Dok. BPBD Gianyar)

Masih berlokasi di Gianyar, tepatnya Objek Wisata Ceking Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, terjadi tanah longsor pada Rabu, 28 Januari 2026 lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar menyatakan peristiwa itu diakibatkan hujan deras. inaRISK BNPB mencatat kerentanan rendah pada lokasi ini.

Tanah longsor di Bangli, menewaskan pencari bambu

Tim SAR Gabungan menemukan jenazah korban longsor di Bangli pada pukul 17.00 WITA. (Dok. BPBD Bangli)

Pencari bambu bernama Nyoman Buda, tertimbun tanah longsor dengan tinggi sekitar 90m (meter). Insiden itu terjadi di Banjar Dinas Suter, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Jumat (13/2/2026) lalu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Apabila memantau pemetaan dari inaRISK BNPB, wilayah Kecamatan Kintamani termasuk dalam kawasan dengan kerentanan sedang tanah longsor. Bercak hijau kekuningan di kawasan Kintamani menandakan bahwa tanah longsor berpotensi terjadi lagi. Selalu waspada selama beraktivitas di sekitar sungai maupun hujan deras.

Tanah longsor di Buleleng,menyebabkan krisis air bersih

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Kawasan Bali Utara, tepatnya Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, terjadi tanah longsor pada Jumat lalu, 13 Februari 2026. Kejadian ini merusak jalur air, mengakibatkan 200 kepala keluarga (KK) tidak mendapatkan suplai air. 

Warga mengandalkan bantuan air sembari menunggu perbaikan saluran air. Hasil pengecekan inaRISK BNPB, Kecamatan Sawan berwarna kuning menuju oranye. Ini menunjukkan Kecamatan Sawan memiliki kerentanan tanah longsor yang bersifat sedang ke tinggi.

Jalan amblas di Tabanan

Jalan jebol di Banjar Anyar, Kediri, Tabanan (Dok.Humas Tabanan)

Jalan amblas menuju Alas Kedaton, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan terjadi pada Rabu lalu, 11 Februari 2026. Luapan air yang deras mengakibatkan jalan sepanjang 500m amblas. Ada anggaran sebesar Rp200 juta untuk penanganan ruas jalan tersebut. Pihak BPBD Tabanan menekankan kewaspadaan warga agar tidak melintasi jalan tersebut dan mencari rute lainnya.

Tanah longsor di Denpasar

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Terakhir, ada kejadian tanah longsor di Jalan Ahmad Yani Gang Wahyu, Banjar Kertasari Peguyangan, Denpasar Utara, Kota Denpasar. Kejadian pada Kamis, 12 Januari 2026 ini mengakibatkan akses jalan bagi 14 orang penghuni terputus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pengecekan inaRISK menunjukkan kawasan tersebut tidak memiliki kerentanan tanah longsor. 

Meskipun demikian, area Denpasar termasuk dalam jenis tanah regosol. Tipe tanah ini punya sifat yang remah dengan daya menahan air rendah. Selain regosol, Denpasar juga terbentuk dari jenis tanah latosol dengan kapasitas tahan air dan erosi cukup baik.

Editorial Team