Ketika mendengar istilah bullying, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan tindakan kekerasan atau perlakuan buruk di antara anak-anak di sekolah. Namun, tanpa disadari, perilaku bullying juga bisa dilakukan oleh orangtua kepada anaknya sendiri.
Hal ini sering kali terjadi secara tidak sadar dan dianggap sebagai bagian dari "pendidikan" atau "disiplin." Padahal, perilaku seperti ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental, emosional, dan perkembangan anak.
Berikut lima contoh perilaku orangtua jadi pelaku bullying dan dampaknya pada anak, serta cara menghindarinya agar hubungan orangtua serta anak tetap sehat dan penuh kasih.
