Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Dhany Jemaah Muda Bali, Kaget Ibu Daftarkan Naik Haji Sejak SMP
Jemaah muda asal Kota Denpasar, Dhany Aditya. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Dhany Aditya Saputra, remaja 17 tahun asal Bali, akan berangkat haji pada Mei 2026 setelah didaftarkan ibunya sejak duduk di bangku SMP tanpa sepengetahuannya.
  • Ia sempat kaget dan khawatir karena belum pernah umrah serta membayangkan lamanya waktu ibadah haji dan kondisi di Tanah Suci yang menantang bagi dirinya yang masih muda.
  • Meski awalnya cemas, Dhany kini fokus mempersiapkan fisik dan mental dengan dukungan teman serta bimbingan ibunya yang juga akan menemaninya berhaji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Dhany Aditya Saputra (17) saat menghadapi awak media, generasi Z ini menjadi jemaah muda asal Bali yang akan berangkat ke tanah suci pada Mei 2026 mendatang. Ibu Dhany, mendaftarkannya saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekitar usia 12-13 tahun. 

“Saya benar-benar gak tahu, didaftarin gitu saja ya sudah saat SMA itu ada foto dan segala macamnya diurus oleh ibu, akhirnya sampai sinilah,” tutur Dhany sambil tersenyum di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Sabtu (25/4/2026). 

1. Merasa kaget didaftarkan ibadah haji oleh sang ibu

Perwakilan jemaah asal Provinsi Bali saat pembekalan dan pelepasan jemaah di Kantor Gubernur Bali pada Sabtu, 25 April 2026. (IDN Times/Yuko Utami)

Saat itu Ia benar-benar tidak tahu bahwa sang ibu mendaftarkannya ibadah haji. Awalnya Dhany merasa kaget ketika pendaftaran dilakukan untuk ibadah haji.

“Awal-awalnya kaget ya karena dengar-dengar haji itu selama di sana tidak sebentar. Tidak seperti umrah, mungkin seminggu hampir dua minggu, kalau haji sampai 40 hari. Kaget, wah lama juga di sana,” paparnya.

Ia mengakui sempat khawatir dengan rentang waktu ibadah haji yang cukup lama, terutama kondisi tubuh dan cuaca di Tanah Suci. Selain itu, ia juga mengkhawatirkan kepadatan jemaah selama beribadah. Kekhawatiran Dhany beralasan, sebab belum pernah menjalani ibadah umrah sebagai pengalaman awal, perasaan tegang menyelimutinya.

“Makanya kaget, kalau orang yang sudah pernah umrah sudah tahu di sana bagaimana. Kalau saya apalagi masih muda duh bagaimana nanti di sana,” keluhnya.

2. Sempat khawatir, tapi memilih siapkan fisik dan mental

Jemaah asal Bali mendapatkan pendampingan dan pelepasan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Meskipun awalnya sempat khawatir, Dhany memilih bersiap melatih kemampuan fisik dan mental sejak sebulan lalu. Ia juga mendapatkan dukungan emosional dari teman-teman di sekolahnya. Mereka menitipkan doa kepada Dhany agar dapat segera menyusul ke Tanah Suci. 

Remaja kelas 12 SMA ini mengaku harus menjalani sejumlah persiapan ibadah haji. Mulai aspek keilmuan, material, kesehatan fisik, mental, dan sebagainya. Dhany menjelaskan Ia harus berolahraga setiap hari, sebab hal itu penting selama menjalani ibadah di Tanah Suci. 

Sehari-hari Dhany bersekolah dan membantu pekerjaan rumah orangtuanya. Ibu Dhany adalah seorang guru di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, Ia mengaku peran sang ibu amatlah penting dalam mempersiapkan ibadah haji. Ia berpesan kepada sang ibu agar dapat menjalani ibadah haji bersamanya dengan sehat dan lancar.

“Untuk mama, sehat-sehat kita di sana, kita beribadah bersama jaga kondisi fisik, panjang umurlah buat mama,” harap Dhany.

Editorial Team