Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260114_194305.jpg
Ternak sapi terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol di Kabupaten Jembrana. (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Pengambilan bibit sapi dari Jembrana dihentikan sementara

  • Peternak rutin terapkan biosecurity

  • Dinas pertanian Tabanan kirimkan surat edaran

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Penyakit LSD (lumpy skin disease) yang menginfeksi sapi di wilayah Jembrana membuat peternak sapi Tabanan meningkatkan kewaspadaan. Dinas Pertanian Tabanan juga telah mengirimkan surat edaran untuk kewaspadaan dini penyakit LSD ini.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Tabanan, drh. Gede Eka Partha Ariana, menegaskan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan belum ada sapi milik warga yang terjangkit LSD. Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas.

“Surat edaran untuk kewaspadaan dini ini sudah kami kirimkan ke masing-masing UPTD Puskeswan Tabanan dan diteruskan ke peternak. Salah satu kewaspadaan yang diterapkan adalah tidak melalu lintaskan ternak dari atau ke daerah terjangkit," katanya, Senin (19/1/2025).

1. Pengambilan bibit sapi dari Jembrana dihentikan sementara

Peternak sapi di Bali. (Dok. IDN Times/istimewa)

I Wayan Doni Ardhita, peternak sapi asal Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, mengatakan Jembrana merupakan salah satu daerah bagi petani di Tabanan untuk membeli bibit sapi. "Tetapi karena sudah ada imbauan ini, kami peternak untuk sementara tidak mengambil bibit dari sana. Ada pilihan lain yaitu Buleleng dan Bangli. Tabanan juga ada yang jual bibit sapi," ujarnya.

Saat ini diakui Wayan Doni pihaknya belum membutuhkan bibit lagi karena sedang melakukan penggemukan ternak sapi untuk dijual pada saat Idul Adha pada bulan Mei mendatang. Mengenai harga jual sapi saat ini dihargai Rp45 ribu per kilogram hidup.

2. Peternak rutin terapkan biosecurity

Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times/Muhammad Nasir,)

Wayan Doni melanjutkan, meski tidak ada penyakit LSD, pihaknya rutin melakukan biosecurity. Setiap ada sapi masuk ke kandang akan dilakukan penyemprotan dan pembersihan.

"Setiap hari kotoran dibersihkan. Sapi dimandikan tiga hari sekali. Penyemprotan lalat seminggu sekali," katanya.

Saat ini Wayan Doni sedang menggemukkan setidaknya 25 ekor sapi. Ia juga sedang mempersiapkan sapi untuk bisa diseleksi menjadi sapi kurban bantuan Presiden. Tahun lalu, sapi milik Wayan Doni terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

"Saya sedang mempersiapkan juga untuk bisa diseleksi tahun ini," ujarnya.

3. Dinas pertanian Tabanan kirimkan surat edaran

Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times /Alfi Ramadhani)

Untuk kewaspadaan dini, Dinas Pertanian Tabanan mengeluarkan surat edaran mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan, antara lain:

  • Meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan/ternak rentan dan media pembawa penyakit hewan lainnya antar wilayah di pasar hewan, kandang penampungan, kantong-kantong ternak, rumah potong hewan (RPH) dan tempat pemotongan hewan (TPH) serta mengaktifkan cek point di wilayah masing-masing

  • Melakukan respons cepat (early response) terhadap hewan/ternak yang menunjukkan gejala penyakit LSD dengan pelaporan kejadian penyakit, investigasi wabah, pengambilan dan pengiriman sampel, isolasi hewan sakit/terduga sakit, pemberantasan vektor, penguburan/pembakaran

  • Meningkatkan surveilans, investigasi, pengambilan sampel dan pengujian untuk mengidentifikasi sumber penularan, faktor resiko, gambaran epidemiologi penyakit dan penyebab kematian hewan/ternak di wilayah masing-masing

  • Melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit LSD

  • Apabila menemukan kasus dengan gejala klinis penyakit LSD, maka wajib dilakukan pemotongan bersyarat di bawah pengawasan Dokter Hewan Berwenang Kabupaten/Kota, serta dilakukan penutupan sementara lalu lintas hewan/ternak di wilayah terduga ke wilayah lainnya.

Editorial Team