Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Catat! Ini Lokasi Dropping Point Sampah di Tabanan
Masyarakat Tabanan membawa sampahnya ke lokasi dropping point, Jumat (15/5/2026) (Dok. IDNTimes/Istimewa)
  • Pemerintah Kabupaten Tabanan menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai SE Bupati Nomor 07/DLH/2026, di mana TPA hanya menerima sampah residu dan menolak sampah campuran.
  • Kegiatan dropping point sampah digelar tiga hari pada 15–17 Mei 2026 di tiga lokasi berbeda, dengan partisipasi warga membawa sampah terpilah sesuai jadwal yang ditentukan.
  • Relawan TPS3R Sadu Kencana mengedukasi warga tentang pemilahan sampah anorganik dan pengolahan organik menggunakan composter bag, sambil menilai animo masyarakat untuk kegiatan lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Tabanan menggencarkan pengelolaan sampah berbasis sumber sejak awal Mei lalu. Warga Tabanan pun diminta memilah sampah dan membawanya ke titik-titik dropping sampah.

Pemilahan sampah berbasis sumber itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Dengan aturan itu, tempat pemroses akhir (TPA) hanya menerima sampah residu dan menolak sampah campuran.

Untuk membantu masyarakat, Tabanan Lovers bekerja sama dengan Perkumpulan Patra Desa dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sadu Kaca mengadakan dropping point sampah selama tiga hari sejak Jumat (15/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026) dari pukul 08.00 Wita-10.00 Wita.

Masyarakat Tabanan pun bisa membawa sampah terpilahnya ke lokasi dropping point pada waktu yang telah ditetapkan.

1. Lokasi dropping point sampah di Tabanan

Masyarakat Tabanan membawa sampahnya ke lokasi dropping point, Jumat (15/5/2026) (Dok. IDNTimes/Istimewa)

Adapun lokasi dropping point berbeda untuk setiap harinya. Pada Jumat (15/5/2026) dropping point berlokasi di Jalan Darmawangsa (Timur lapangan tenis). Sementara pada Sabtu (16/5/2026) berlokasi di Jalan Parkir (Pintu Selatan Gedung Maria) dan Minggu (17/5/2026) di Seputaran Lapangan Dangin Carik.

Untuk kegiatan yang sudah berlangsung yaitu Jumat (15/5/2026) tercatat 27 orang masyarakat yang membawa sampah terpilahnya dengan rincian 36,15 kilogram (kg) sampah anorganik; 3,75 kg sampah organik; 0,75 kg sampah B3 dan lainnya serta 13,75 kg sampah residu.

2. Jenis-jenis sampah anorganik yang diterima

Masyarakat Tabanan membawa sampahnya ke lokasi dropping point, Jumat (15/5/2026) (Dok. IDNTimes/Istimewa)

Relawan TPS3R Sadu Kencana Desa Dauh Peken, Gracia Andriana mengatakan, sampah-sampah yang terkumpul ini akan dibawa ke TPS3R Sadhu Kencana untuk diolah.

Ia melanjutkan, TPS3R Sadu Kencana memiliki kriteria sampah apa saja yang masuk dalam sampah anorganik. Adapun kriterianya, antara lain: botol dan kantong plastik; kemasan plastik/sachet; kardus; kertas; kaca; kaleng; logam; kotak minuman atau tetrapack.

"Pada kegiatan dropping point, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memilah sampah anorganik dan apa saja kriterianya. Serta membawa sampah anorganik yang sudah bersih," ujar Gracia.

3. Relawan juga mengedukasi warga dalam mengolah sampah organik dengan composter bag

Masyarakat Tabanan membawa sampahnya ke lokasi dropping point, Jumat (15/5/2026) (Dok. IDNTimes/Istimewa)

Selain mengedukasi pemilahan sampah anorganik yang lebih detail, kata Gracia pihaknya juga mengedukasi masyakat soal pengeloaan sampah organik tingkat rumah tangga. "Kami bagikan selebaran mengenai cara pengolaha sampah organik tingkat rumah tangga dengan menggunakan composter bag," kata Gracia.

Mengenai kelanjutan pengadaan dropping point sampah, khususnya anorganik di Tabanan, menurut Gracia kelanjutannya menunggu animo masyarakat. "Kami lihat animo dan kondisi ke depan mengenai kelanjutkan pengadaan dropping point sampah selanjutnya di Tabanan," ujarnya.

Editorial Team