Setiap anak punya kepribadian yang berbeda. Ada yang cenderung pendiam, ada juga yang aktif dan suka memimpin. Namun, jika anak terlihat terlalu dominan dalam pergaulannya, seperti selalu ingin menjadi pemimpin, suka mengatur permainan, atau kurang memberi ruang pada temannya, orang tua perlu mulai mengajarkan empati.
Dominan bukan berarti buruk. Tapi kalau tidak diimbangi dengan kepekaan terhadap perasaan orang lain, anak justru bisa tumbuh jadi pribadi yang sulit kerja sama. Kabar baiknya, empati bukan sesuatu yang harus dimiliki sejak lahir, tapi bisa dilatih dan dibentuk dari rumah. Berikut lima cara yang bisa orangtua lakukan untuk menanamkan empati pada anak yang cenderung dominan di lingkungan sosialnya. Simak, ya!
