Denpasar, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyoroti kemasan Arak Bali yang seharusnya menggunakan Aksara Bali dengan ukuran lebih besar agar terlihat menonjol. Gubernur Bali, Wayan Koster, telah menyampaikan hal tersebut kepada seluruh pelaku usaha arak Bali agar tertib menggunakan Aksara Bali di setiap kemasan produknya, kemarin (11/3/2026).
Alasannya, penggunaan Aksara Bali di kemasan produk Arak Bali menjadi identitas branding Bali, serta memberikan aura dan karakter kuat terhadap produk lokal Bali.
“Fashion budaya Bali-nya harus tampil penuh di kemasan Arak Bali. Kalau produk Sake asal Jepang dan Soju dari Korea, tampilan aksara-nya full. Lalu ini kenapa Aksara Bali-nya kecil, apa yang menjadi masalah? Jangan ragu dan setengah hati menggunakan Aksara Bali, menjadi pelaku usaha Bali itu harus total,” tegurnya.
