Denpasar, IDN Times - Keberhasilan upaya penanggulangan bencana tidak lagi hanya diukur dari kecepatan evakuasi fisik, tetapi juga dari sejauh mana sistem tersebut mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas, secara adil dan bermartabat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan pembelajaran yang didapatkan dari berbagai kejadian bencana baru-baru ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak kelompok disabilitas memerlukan pendekatan komunikasi bencana yang lebih berbelas kasih dan terintegrasi ke dalam setiap aspek penanggulangan bencana, yang dimulai dari perencanaan dan kesiapsiagaan hingga penanganan dan pemulihan.
"Pada saat banjir di bulan September, termasuk yang kemarin, komunikasi yang inklusif masih belum terjadi. Kedepannya kita ingin lebih baik,” ungkapnya, pada Rabu (17/12/2025).
