Denpasar, IDN Times - Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bali diharapkan hati-hati dan waspada dengan gelombang laut yang diperkirakan mencapai empat meter atau masuk kategori tinggi.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan mulai 23-26 Mei 2026 terkait potensi gelombang tinggi di wilayah Bali, dengan ketinggian gelombang laut dapat mencapai 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Bali bagian Selatan, dan Perairan Selatan Pulau Bali.
Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Utara Pulau Bali, dan Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah perairan Utara Bali bertiup dari arah Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan antara 4 - 30 knot. Sedangkan pola angin di perairan Selatan Bali umumnya bertiup dari arah Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan antara 4 - 25 knot.
Kecepatan arus di perairan Utara Pulau Bali 0,80 - 1,23 kt; Pe rairan Selatan Pulau Bali 2,08 - 2,78 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,94 - 1,12 kt; Selat Badung 1,93 - 2,90 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,26 - 2,00 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 2,48 - 3,76kt.
