Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Bali Layani Penukaran Rupiah 10-12 Maret, Masyarakat Antusias
Masyarakat di Bali tengah menukar rupiah ke sejumlah pecahan kecil untuk persiapan hari raya Idul Fitri di parkir timur Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Bank Indonesia Bali membuka layanan penukaran uang rupiah di Lapangan Puputan Niti Mandala Denpasar pada 10–12 Maret 2026 dengan kuota 3.000 penukar.
  • Layanan berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA dan tetap difasilitasi hingga pukul 13.00, disertai sistem antrean terverifikasi serta sepuluh loket dari A hingga J.
  • Hari pertama tercatat 771 penukar dengan total Rp2,6 miliar, didominasi pecahan Rp5 ribu; masyarakat juga mendapat edukasi cinta dan paham rupiah dari BI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Hujan mengguyur Denpasar sejak pukul 08.00 WITA, mereda sekitar pukul 09.00 WITA. Masyarakat mulai berdatangan ke area timur parkir Lapangan Puputan Niti Mandala, Denpasar, untuk mengikuti layanan penukaran uang rupiah. Layanan ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) sejak Selasa (10/3/2026) dan berakhir esok pada Kamis (12/3/2026) dengan kuota sebanyak 3 ribu penukar.

Pegawai swasta, Yulia turut serta menggunakan layanan penukaran uang rupiah pada Rabu (11/3/2026). Ia menukarkan uang Rp1,7 juta menjadi pecahan Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu. “Prosesnya lancar di sini cepat juga, enak tidak terlalu ramai banget hari ini,” kata Yulia Rabu (11/3/2026).

Penukaran uang difasilitasi sejak pukul 09.00 WITA

Masyarakat antre tukar rupiah pada suatu loket Rabu (11/3/2026) di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Layanan penukaran uang difasilitasi sejak pukul 09.00-12.00 WITA. Namun, pihak penyelenggara tetap memfasilitasi penukaran hingga pukul 13.00 WITA. Saat baru tiba di lokasi, masyarakat akan diminta menuju loket antrian untuk verifikasi pendaftar.

Jika telah selesai, maka masyarakat dipersilakan menuju loket sesuai dengan nomor antrian. Ada sepuluh yang berpartisipasi dalam penukaran uang dari loket A hingga J.

Masyarakat yang menggunakan layanan penukaran uang, Sintia Nurul Sabila (23) mengatakan kepada IDN Times, dirinya menukar pecahan Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu. Tidak ada kendala yang Sintia hadapi selama proses penukaran uang.

“Mudah banget sih, yang penting kita jauh-jauh hari sudah mendaftar lewat situs BI setelah itu tinggal diperlihatkan buktinya. Persiapan dulu daftar di jauh-jauh hari jadi lebih mudah,” tutur Sintia pada Rabu (11/3/2026).  

Tersedia edukasi tentang rupiah

Edukasi tentang rupiah disediakan dalam layanan penukaran rupiah di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Selain menukar uang, masyarakat juga dapat mengedukasi diri pada stan edukasi BI. Berjargon cinta dan paham rupiah, sosialisasi ini menjelaskan berbagai tips dan trik memperlakukan rupiah dengan baik dan benar sebelum ditukar.

Misalnya, uang tidak boleh dalam kondisi dijepret dengan staples, lebih baik menggunakan karet untuk menyatukan uang. Uang juga tidak boleh diremas, harus tersusun secara rapi. 

Setiap layanan penukaran uang juga tersedia tenda dan kursi agar masyarakat dapat duduk dan berteduh, sambil menunggu antrean penukaran rupiah.

Hari pertama penukaran uang mencapai Rp2,6 miliar

Tersedia tenda dan tempat duduk untuk menunggu giliran penukaran rupiah di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, jumlah penukar berhasil pada hari pertama Selasa (10/3/2026) sebanyak 771 orang dengan total nominal Rp2,6 miliar.

Masyarakat yang ikut layanan penukaran uang paling meminati pecahan Rp5 ribu dengan jumlah 93.400 lembar dengan nominal Rp467 juta. Adapun kendala yang dihadapi masyarakat, masih ada yang belum mengetahui pendaftaran melalui situs pintar.bi.go.id.

Melalui bukti pemesanan telah tercantum bahwa penukaran tidak boleh diwakilkan. Namun, masih ada beberapa masyarakat yang mewakili rekannya padahal telah tercantum penjelasan.

Editorial Team