Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berawal Diajak Nikah, Lansia di Nusa Penida Kehilangan Perhiasan Emas
Kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah seorang lansia yang kehilangan perhiasan emas di Banjar Sental Kawan, Desa Ped. (Dok.Polsek Nusa Penida)

  • Seorang lansia di Nusa Penida kehilangan perhiasan emas setelah didatangi pria yang sebelumnya mengajaknya menikah dan berpura-pura ingin mengisi daya ponsel di kamarnya.
  • Perhiasan berupa kalung, gelang, dan anting emas dengan total berat sekitar 23 gram raib, menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp44,4 juta.
  • Pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku bernama Kadek Arya dan masih melakukan pengejaran sambil mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang asing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar tujuh bulan sebelum kejadian

Kadek Arya mulai sering datang ke rumah Ni Wayan Suarti dan sempat mengutarakan niat untuk menikah, namun ditolak oleh korban.

15 Januari 2026

Kadek Arya datang ke rumah korban di Banjar Sental Kawan, Desa Ped, dengan alasan mengisi daya ponsel. Setelah pergi, korban mendapati perhiasan emasnya hilang senilai sekitar Rp44,4 juta.

29 April 2026

Ni Wayan Suarti melaporkan pencurian perhiasan emasnya ke Polres Klungkung. Polisi menyatakan identitas terduga pelaku telah diketahui dan sedang diburu.

kini

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap Kadek Arya dan mengimbau masyarakat, terutama lansia yang tinggal sendiri, agar lebih waspada terhadap orang baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang lansia di Nusa Penida kehilangan perhiasan emas miliknya setelah didatangi pria yang sebelumnya sempat mengajaknya menikah dan berpura-pura ingin mengisi daya ponsel di rumah korban.
  • Who?
    Korban bernama Ni Wayan Suarti, 76 tahun. Terduga pelaku diketahui bernama Kadek Arya. Polisi dari Polres Klungkung kini tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku tersebut.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di rumah korban yang berada di Banjar Sental Kawan, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 WITA. Korban melaporkan kejadian itu ke polisi beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Rabu, 29 April 2026.
  • Why?
    Pelaku diduga memanfaatkan kedekatan dengan korban untuk mendapatkan akses ke rumahnya dan mengambil perhiasan emas yang disimpan di bawah kasur tanpa sepengetahuan korban.
  • How?
    Pada hari kejadian, pelaku meminta izin mengisi daya ponsel di kamar korban. Setelah pergi, korban memeriksa tempat penyimpanan dan mendapati kalung, gelang, serta anting-anting emasnya telah hilang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada nenek namanya Ni Wayan Suarti. Nenek itu punya perhiasan emas. Ada pria bernama Kadek Arya yang dulu bilang mau nikah sama nenek, tapi nenek tidak mau. Pria itu datang lagi dan bilang mau isi daya HP di kamar. Setelah dia pergi, emas nenek hilang. Polisi sekarang cari pria itu.Ada nenek namanya Ni Wayan Suarti. Nenek itu punya emas banyak. Ada laki-laki datang, katanya mau nikah sama nenek, tapi nenek tidak mau. Lalu laki-laki itu pura-pura mau isi daya HP di kamar. Setelah dia pergi, emas nenek hilang semua. Polisi sekarang cari laki-laki itu karena dia kabur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun peristiwa pencurian ini merugikan korban, langkah cepat kepolisian Klungkung dalam mengidentifikasi dan memburu terduga pelaku menunjukkan kesigapan aparat dalam menegakkan hukum. Penjelasan terbuka dari pihak kepolisian juga mencerminkan komitmen mereka terhadap perlindungan masyarakat, terutama lansia, dengan memberikan imbauan kewaspadaan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Seorang lansia di Kecamatan Nusa Penida, Ni Wayan Suarti (76), harus merelakan perhiasan emas miliknya hilang setelah didatangi pria yang sempat mendekatinya dan mengajak menikah. Peristiwa itu terjadi di Banjar Sental Kawan, Desa Ped sekitar pukul 10.30 Wita pada Kamis lalu, 15 Januari 2026.

Korban baru melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada Rabu, 29 April 2026. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Kasi Humas Polres) Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan pria yang diketahui bernama Kadek Arya itu sudah beberapa kali datang ke rumah korban sekitar tujuh bulan sebelum kejadian. Ia bahkan mengutarakan niatnya untuk menikahi korban, namun ditolak.

"Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi, kami masih lakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," ungkap dia.

1. Terduga pelaku beralasan isi daya ponsel biar bisa masuk kamar

Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Pada hari kejadian, pelaku kembali datang ke rumah korban. Ia meminta izin untuk mengisi daya ponselnya di dalam kamar korban. Setelah beberapa waktu, pelaku meninggalkan lokasi. Korban merasa curiga dan langsung memeriksa tempat penyimpanan perhiasannya yang berada di bawah kasur.

2. Puluhan gram perhiasan emas hilang

Kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah seorang lansia yang kehilangan perhiasan emas di Banjar Sental Kawan, Desa Ped. (Dok.Polsek Nusa Penida)

Kecurigaan korban terbukti. Perhiasan yang disimpan sudah tidak ada. Yaitu satu kalung emas seberat 10gr (gram), satu gelang emas 10gr, serta sepasang anting-anting sekitar 3gr.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp44,4 juta," ungkap Alit.

3. Polisi masih memburu terduga pelaku

Kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah seorang lansia yang kehilangan perhiasan emas di Banjar Sental Kawan, Desa Ped. (Dok.Polsek Nusa Penida)

Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan korban, identitas terduga pelaku sudah diketahui dan sedang dalam pengejaran.

"Kami mengingatkan masyarakat, khususnya lansia yang tinggal sendiri, untuk lebih waspada terhadap orang baru yang mencoba mendekat dengan berbagai alasan," jelas Alit.

Editorial Team