Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
jatiluwih.jpg
Sawah Jatiluwih di Tabanan. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Tabanan, IDN Times - Kabupaten Tabanan mencatat surplus produksi beras sebesar 80.964 ton sepanjang 2025. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, total produksi beras tahun 2025 mencapai 136.330 ton.

Sementara kebutuhan efektif masyarakat Tabanan adalah 38.006 ton, ditambah cadangan kebutuhan 10 persen sebesar 3.801 ton. Sehingga total kebutuhan beras Kabupaten Tabanan mencapai 41.807 ton.

Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, mengatakan surplus beras tersebut merupakan hasil kerja keras petani yang didukung pendampingan berkelanjutan serta kebijakan pemerintah daerah.

“Surplus ini menjamin ketahanan pangan masyarakat Tabanan dan memperkuat kontribusi Tabanan sebagai pemasok beras bagi Bali,” ujarnya, Senin (9/2/2026)

1. Tabanan surplus beras selama empat tahun terakhir

Sawah di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Selama empat tahun terakhir, Tabanan mencatat surplus beras. Pada tahun 2022, surplus beras mencapai 78.284 ton; tahun 2023 sebesar 68.887 ton; tahun 2024 sebanyak 80.845 ton dan tahun 2025 sebanyak 80.964 ton

Subagia mengatakan, surplus beras tahun 2025 didukung kondisi musim yang relatif bagus. Selain itu, luas lahan pertanian di sentra produksi padi seperti Kecamatan Penebel, Marga, dan Kecamatan Tabanan, masih terjaga.

"Surplus tahun 2025 yang tertinggi sepanjang empat tahun terakhir," ujarnya.

2. Tahun 2025, Tabanan menghasilkan 217.294 ton GKG

ilustrasi perontokan gabah (pixabay.com/ ignartonosbg)

Sementara dari sisi produksi, total gabah kering giling (GKG) yang dihasilkan petani sepanjang 2025 mencapai 217.294 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 86,02 persen atau 186.916 ton diolah menjadi beras. Sehingga menghasilkan produksi beras bersih sebesar 136.330 ton. Produksi beras tersebut didukung oleh luas panen bersih mencapai 35.946 hektare, dengan produktivitas rata-rata 60,45 kuintal per hektare.

"Tahun 2024, angka produktivitas per hektarenya adalah 59,81 kuintal. Jadi tahun 2025 angkanya mengalami peningkatan," kata Subagia.

3. Pemkab Tabanan akan terus mendorong peningkatan produktivitas

Ilustrasi pekerja menjemur gabah di penggilingan padi. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Subagia melanjutkan, dengan surplus beras yang terjaga selama empat tahun terakhir, Tabanan semakin memantapkan posisinya sebagai daerah strategis penyangga pangan Bali. Untuk ke depannya, Pemkab Tabanan berkomitmen terus mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.

Editorial Team