Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260204-WA0066.jpg
Suasana SMPN 2 Marga Tabanan pasca siswa alami kesurupan Rabu (4/2/2025). (Dok. istimewa)

Intinya sih...

  • Belasan siswa SMPN 2 Marga, Tabanan, mengalami kesurupan massal saat kegiatan literasi internal sekolah, Rabu (4/2/2026).

  • Kejadian bermula dari satu siswa yang berteriak histeris setelah sembahyang bersama, lalu diikuti siswa lain di lapangan.

  • Sekolah memanggil pemangku untuk menenangkan siswa, memulangkan mereka lebih awal, dan berencana menggelar ritual mecaru serta Rsi Gana.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Saat menjalani kegiatan literasi internal sekolah pada Rabu (4/2/2026), suasana di SMPN 2 Marga, Tabanan, mendadak kacau dan mencekam. Satu per satu siswa mengalami kesurupan hingga jumlahnya mencapai belasan orang.

Plt. Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia, mengatakan peristiwa itu bermula ketika salah satu siswa tiba-tiba mengalami kesurupan. "Awalnya kegiatan literasi internal ini diawali dengan sembahyang bersama. Saat itulah salah satu siswa kami mengalami kerauhan," ujar Dian, Rabu (4/2/2026).

1. Dari satu orang menjadi belasan siswa alami kerauhan

Suasana SMPN 2 Marga Tabanan pasca siswa alami kesurupan Rabu (4/2/2025) (Dok.IDNTimes/istimewa)

Siswa yang kerauhan ini kemudian dibawa ke ruang guru untuk ditangani. Namun sesampai di ruang guru, siswa ini berteriak histeris. Tidak lama kemudian belasan siswa yang berada di lapangan ikut berteriak histeris. "Salah satu siswa kemudian mengatakan kebus nira (panas tubuh saya-red)," jelas Dian.

Saat ditanya oleh salah satu guru, apa yang menyebabkan kepanasan, siswa yang kerauhan tersebut menunjuk pelinggih (tempat pemujaan) yang berada di sebelah barat sekolah yang berupa bebaturan.

2. Dari mulut siswa tercetus penyebab kesurupan

Suasana SMPN 2 Marga Tabanan pasca siswa alami kesurupan Rabu (4/2/2025) (Dok.IDNTimes/istimewa)

Setelah mendapat petunjuk, para guru langsung menuju tempat yang ditunjuk oleh siswa yang kesurupan tersebut. Ketika sampai di lokasi, siswa yang masih belum sadar itu menyebutkan tidak boleh menggunakan dupa saat menghaturkan canang.

Dian pun menyebutkan jika dari informasi para guru dan staf di SMPN 2 Marga, diketahui bahwa di pelinggih tersebut selama ini tidak boleh menghaturkan canang atau banten menggunakan dupa.

"Informasinya memang tidak boleh mebanten menggunakan dupa di lokasi itu. Kemungkinan murid-murid baru tidak mengetahui hal ini. Dan ini kejadian pertama kali di sekolah kami," tegasnya.

3. Siswa dipulangkan lebih awal

Suasana SMPN 2 Marga Tabanan pasca siswa alami kesurupan Rabu (4/2/2025) (Dok.IDNTimes/istimewa)

Untuk mengatasi kesurupan massal ini dan mencegah kondisi lebih parah, pihak sekolah kemudian menghubungi pemangku untuk menenangkan siswi yang kesurupan. Setelah beberapa saat, akhirnya kesurupan masal ini pun bisa diatasi.

"Siswa kami pulangkan lebih awal setelah pemberian MBG. Untuk mencegah kesurupan tidak merembet ke lebih banyak siswa" ujar Dian.

Pasca kejadian ini, Dian menyatakan jika pihak sekolah berencana untuk melakukan ritual persembahyangan dan menghaturkan upakara mecaru dan Rsi Gana sebagai permintaan maaf secara niskala. "Untuk pelaksanaannya, pihak sekolah masih menunggu petunjuk dari pemangku. Masih kami koordinasikan,” katanya.

Editorial Team