Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bangunan di Gianyar Ambruk Diterpa Angin Kencang
Bangunan Pura di Gianyar Ambruk diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)

Gianyar, IDN Times - Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Gianyar dan sekitarnya membuat bangunan Balai Pengaruman di Pura Penataran Panti Pande, Desa Adat Kedisan, Kecamatan Tegallalang roboh, Rabu (19/3/2025).

Kapolsek Tegalalang, AKP Ketut Wiwin Wirahadi, menjelaskan musibah itu terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Awalnya warga mendengar suara gemuruh dari bangunan yang roboh.

"Akibat musibah ini, warga setempat mengalami kerugian materiel sekitar Rp150 juta," ujar Wiwin.

1. Berawal dari suara gemuruh yang keras

Bangunan Pura di Gianyar Ambruk diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat, Pande Putu Wiramika. Saat itu ia mendengar suara keras dari arah pura.

Setelah mengecek ke lokasi, ia melihat Balai Pengaruman telah ambruk dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kelian Pura, Pande Made Oka dan I Made Parsa.

Menanggapi laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kedisan, Aiptu Dewa Gde Oka Wirawan, langsung menuju lokasi sekitar pukul 11.00 Wita untuk melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait.

2. Balai Pengaruman sebelumnya telah disangga bambu

Bangunan Pura di Gianyar Ambruk diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)

Wiwin Wirahadi mengatakan, sebelumnya bangunan balai Pengarumah yang memiliki luas 10x5 meter itu, sebelumnya sempat disangga dengan bambu.

Hal ini sebagai antisipasi pada musim hujan dan angin kencang, karena kondisi bangunan sebelumnya telah dianggap menghawatirkan. 

Namun, bambu penyangga tersebut digunakan dalam prosesi Melasti pada 14 Maret 2025, dan belum sempat dipasang kembali karena cuaca dinilai belum membaik.

3. Kerugian mencapai Rp150 juta

Bangunan Pura di Gianyar Ambruk diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)

Wiwin menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kelian Pengempon Pura serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar terkait kejadian ini.  

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta. Saat ini, pembersihan material bangunan masih tertunda akibat kondisi cuaca yang masih hujan," ujar Wiwin.

Editorial Team