Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bandara Doha Rusak, Waitress Asal Tabanan Diundur Berangkat ke Turki
Ilustrasi perang Iran Israel (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Ni Putu Mia Duriani, PMI asal Tabanan, tetap berangkat ke Turki meski perang Israel-Iran berlangsung, walau jadwalnya tertunda karena kerusakan bandara di Doha.
  • Mia memilih tetap berangkat karena sudah resign dari pekerjaan lamanya dan mendapat dukungan penuh dari keluarganya, terutama kakaknya yang sudah berada di Turki.
  • Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Tabanan mencatat dua PMI bekerja di Timur Tengah serta total 175 PMI telah mendapatkan penempatan kerja sepanjang tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Keberangkatan seorang Pekerja Migran Indonesia asal Tabanan menuju Turki tertunda akibat kerusakan di Bandara Doha yang terjadi di tengah situasi konflik Israel-Iran.
  • Who?
    Ni Putu Mia Duriani, warga Desa Buahan, Kecamatan Tabanan, yang akan bekerja sebagai waitress di sebuah hotel di Turki.
  • Where?
    Peristiwa ini melibatkan Bandara Doha di Qatar sebagai lokasi transit dan Kabupaten Tabanan, Bali, sebagai daerah asal pekerja migran tersebut.
  • When?
    Keterlambatan keberangkatan terjadi pada awal Maret 2026 dan dijadwalkan ulang hingga akhir Maret 2026.
  • Why?
    Penerbangan ditunda karena bandara transit mengalami kerusakan imbas dari ketegangan kawasan Timur Tengah akibat perang Israel-Iran.
  • How?
    Mia tetap memutuskan berangkat setelah penundaan karena telah mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya dan mendapat dukungan keluarga yang sudah berada di Turki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan,IDN Times - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tabanan memilih tidak membatalkan keberangkatannya ke Turki meski perang Israel-Iran berimbas pada kawasan Timur Tengah. PMI tersebut bernama Ni Putu Mia Duriani dari Desa Buahan, Kecamatan Tabanan.

Meski negara tujuannya tidak berdampak langsung dengan konflik, namun keberangkatan Mia terpaksa diundur.

"Iya harusnya sudah berangkat tetapi tiketnya diundur karena bandara di Doha mengalami kerusakan," ujarnya, Selasa (3/3/3036).

1. Mia mantap berangkat meski sedang ada perang Israel-Iran

ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Mia bekerja sebagai waitress di hotel Turkk dan ini merupakan keberangkatan pertama kalinya. Ia mengaku sudah mantap untuk tetap berangkat ke Turki meski keberangkatannya diundur hingga akhir Maret 2026.

"Rasa khawatir pasti ada. Tetapi saya berusaha berpikir postif kondisi akan membaik," ujarnya.

2. Mia sudah berhenti dari pekerjaannya yang lama

Ilustrasi waitress (pexels.com/Gary Barnes)

Satu pertimbangan Mia untuk tetap berangkat, juga karena sudah mengundurkan diri dari pekerjaaan lamanya sejak dua bulan lalu atas pilihan dia menjadi waitress di luar negeri.

Pihak keluarga juga mendukung keberangkatannya ke Turki, terutama sang kakak.

"Kebetulan seluruh support ini dari kakak saya. Dia sudah ada di sana dan mengurus semuanya. Jadi saya sedikit merasa aman dan tenang karena udah sama saudara di sana," kata Mia.

3. Ada dua PMI asal Tabanan yang saat ini bekerja di kawasan Timur Tengah

ilustrasi bendera negara timur tengah (unsplash.com/mahmoud ayad)

Pengantar Kerja Ahli Muda Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, I Gede Ekananda Hartika, mengatakan berdasarkan data dari aplikasi Siskop2PMI periode Januari-Februari 2026, tercatat ada dua orang PMI asal Tabanan yang bekerja di Timur Tengah. Masing-masing mendapatkan penempatan di Uni Emirate Arab dan Yordania.

Sementara berdasarkan data manual dari Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja di Tabanan tercatat sebanyak 175 PMI yang sudah mendapatkan penempatan pada 2026 ini. Rata-rata negara penempatannya di Turki, Italia, dan Selandia Baru.

"Untuk angka ini ada sebagian yang sudah berangkat, dan ada sebagian yang masih menunggu verifikasi," kata Ekananda.

Editorial Team