Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bali Masih Menunggu Arahan Soal Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (IDN Times/Erik Alfian)
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan secara nasional, termasuk di sekolah-sekolah di Provinsi Bali.
  • Bali masih menunggu petunjuk teknis dari pusat terkait pelaksanaan MBG, dengan rencana menerima petunjuk teknis pada 6 Januari 2025.
  • Harga Rp10 ribu per porsi per anak sekolah dinilai sudah layak dan bergizi dengan nilai ketercukupan 600-700 kalori per sajian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times – Program Pemerintah Pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera dilaksanakan secara nasional, termasuk di sekolah-sekolah di Provinsi Bali. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Bali, KN Boy Jayawibawa mengatakan pelaksanaan MBG di Bali masih menunggu petunjuk teknis. 

“Kalau di Bali, kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dari pusat. Sampai sekrang belum ada,” kata Boy pada Jumat (3/1/2024).

1.Penyaluran MBG di Bali akan dimulai 6 Januari 2025

instagram.com/khairul.ikhsan

Menurut KN Boy Jayawibawa, pihaknya memberikan dukungan penuh pada program itu. Bali dijadwalkan menerima petunjuk teknis soal penyaluran MBG pada 6 Januari 2025.

Pihak yang memfasilitasi program MBG di Bali sendiri disampaikannya merupakan lembaga yang telah dibentuk Presiden Prabowo Subianto,  yakni Badan Gizi Nasional.

“Gak ada kendala sih. Gak ada kendala. Mungkin menunggu jadwalnya yang tepat saja,” terangnya.

2.Bali sudah uji coba MBG di Kabupaten Buleleng

Lebih lanjut, Boy mengatakan harga Rp10 ribu per porsi per anak sekolah dinilai sudah layak dan bergizi dengan nilai ketercukupan 600-700 kalori per sajian. Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten telah melakukan uji coba MBG ini di dua sekolah pada Desember 2024 lalu dengan nilai yang sama Rp10 ribu per porsi, yakni di SD dan SMP di Desa Gerokgak Kabupaten Buleleng.

Pelaksanaan uji coba MBG tersebut melibatkan ibu-ibu PKK, Dinas Kesehatan, dan puskesmas setempat. “Saya kira tidak jauh berbeda dengan yang diuji cobakan oleh Pemprov Bali,” ungkapnya.

3.Tercatat, ada 902.514 peserta didik di Provinsi Bali

Siswa di Subak Bali School sedang menyiapkan snack (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, berdasarkan data dari Kemendikbudristek per 30 Desember 2024 jumlah peserta didik di Provinsi Bali mencapai 902.514. Jumlah tersebut terinci sebagai berikut:

  1. Kelompok Bermain (KB)/Sederajat 9.359
  2. Taman Penitipan Anak (TPA) 799
  3. SD/Sederajat 406.635
  4. SMA/Sederajat 2.580
  5. Taman Kanak-Kanak (TK)/Sederajat 83.143
  6. Satuan PAUD Sejenis (SPS) 257
  7. SMP/Sederajat 198.520
  8. SMK/Sederajat 94.556
  9. Pendidikan Masyarakat (Dikmas) 9462

4.Porsi Rp10 ribu di Bali, dapat nasi dan lauk

Sajian Nasi Tempong. Dok. Pribadi/ Nurul Aini

Nah, anggaran makan bergizi Rp10 ribu jika diterapkan di Kota Denpasar, maka bisa mendapatkan nasi campur dengan porsi lebih sedikit dari orang dewasa. Salah satu orangtua siswa, Widiyanti mengatakan penyajian makanan tersebut harus memiliki variasi untuk menghindari kebosanan.

“Kalau di Denpasar itu nasi campur udah dapat (Rp10 ribu), meski porsinya kecil. Ya anak-anak kan biasanya makannya gak banyak,” ungkapnya.

Sementara itu di warung-warung emperan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, harga nasi bungkus rata-rata Rp10 ribu dengan isian nasi, sayur sop, dan lauk.

Editorial Team