Denpasar, IDN Times - Banjir kerap melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali, terutama kawasan Bali Selatan. Sejumlah titik lokasi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung kebanjiran dalam sekejap setelah beberapa hari hujan deras sepekan lalu.
Akademisi Arsitektur Tradisional Bali dan Pegiat Tata Ruang, Prof Putu Rumawan, mengatakan bencana banjir di Bali tidak hanya disebabkan faktor curah hujan. Tetapi juga disebabkan oleh kondisi alih fungsi lahan dan penyempitan saluran irigasi. Hal ini telah Rumawan amati sejak banjir bandang di Denpasar pada 10 September 2025 lalu.
Selain kawasan hilir Bali di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan, Rumawan mengatakan banjir juga terjadi di kawasan hulu Bali. Baginya, fenomena ini adalah implikasi dari berkurangnya daerah resapan air yang tergantikan oleh bangunan.
“Karena daerah resapan ini khususnya di Denpasar sudah melebihi 60 persen untuk bangunan. Daya serapnya sudah kurang,” kata Rumawan saat diwawancara IDN Times Senin lalu, 2 Maret 2026.
