Badung, IDN Times - Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Namun belum dilengkap dengan rencana kontingensi kecelakaan pesawat.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, rencana ini perlu disusun sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan pesawat udara. Penyusunan rencana kontingensi menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, memperjelas pembagian tugas, serta memastikan pelaksanaan operasi SAR dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan sesuai prosedur.
"Rencana kontingensi bukan sekedar dokumen tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara," jelasnya.
