Denpasar, IDN Times - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinasi Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi saat ini fokus pada kedaulatan energi dan hilirisasi. Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengatakan persoalan energi saat ini menjadi hal yang penting ketika negara Indonesia berfokus pada hilirisasi. Instrumen hilirisasi sendiri adalah industrialisasi yang membutuhkan komponen energi.
Indonesia saat ini diungkap mencatat konsumsi energi sebesar 1,6 juta barel per hari, serta lifting sebesar 600 ribu barel per hari. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Indonesia masih harus impor sebesar 1 juta barel per hari. Terutama produk dengan RON 90 atau Pertalite saat ini masih berada di Singapura, stok ini diungkapnya masih dalam jumlah yang banyak namun perlu penataan.
"Kita tahu bahwa kondisi global tidak dalam kondisi baik-baik saja. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah itu terjadi terus-menerus. Perang antara Ukraina dan Rusia juga kita tidak pernah tahu kapan berakhir. Terakhir ketegangan politik antara beberapa kelompok bersenjata di Timur Tengah dengan Arab Saudi. Apa dampaknya? Ini dampaknya kepada ekonomi global. Termasuk persoalan krisis energi dunia," ungkapnya.
