Mahasiswa Pertanian Unud Dorong TP PKK di Gianyar Zero Waste

Yuk, ikut peran membangun bangsa

Gianyar, IDN Times - Peran aktif mahasiswa saat ini sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan bangsa. Seperti yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana (Unud) XXVI yang mendorong ketahanan pangan di Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Minggu (26/2/2023) lalu.

1. Kualitas hidup masyarakat bergantung pada kebutuhan pangan

Mahasiswa Pertanian Unud Dorong TP PKK di Gianyar Zero WasteKuliah Kerja Nyata Universitas Udayana (KKN Unud) XXVI di Desa Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Mahasiswa Universitas Udayana sekaligus Panitia Pelaksana, Kelvin Indra Saputra, mengatakan bahwa tim KKN tersebut menyelenggarakan sosialisasi, pelatihan pertanian terpadu dan hidroponik kepada masyarakat di Desa Pejeng Kelod. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dasar pemikiran, bahwa kualitas hidup masyarakat bergantung pada pangan yang perlu diupayakan oleh seluruh pihak.

“Tujuannya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pejeng Kelod agar bisa diterapkan mulai dari skala rumah tangga,” ungkapnya, Senin (27/2/2023).

Desa Pejeng Kelod sendiri ternyata juga mendorong ketahanan pangan daerah melalui program yang dijalankan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Pejeng Kelod. Rata-rata masyarakatnya menjadikan padi sebagai komoditas utama untuk dibudidayakan.

2. Masyarakat Desa Pejeng Kelod kebanyakan bertani sistem konvensional

Mahasiswa Pertanian Unud Dorong TP PKK di Gianyar Zero WasteKuliah Kerja Nyata Universitas Udayana (KKN Unud) XXVI di Desa Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Kelvin mengatakan, sebelum tim KKN datang melakukan sosialisasi pertanian terpadu, Desa Pejeng Kelod sudah lebih dulu memiliki program ketahanan pangan yang melibatkan TP PKK sebagai penggerak melalui Demplot Puspa AMAN. Sehingga dengan kegiatan sosialisasi ini, Kelvin bersama teman-temannya memberikan informasi mengenai pertanian terpadu dan menerapkan hidroponik.

“Sistem pertanian di Pejeng Kelod masih didominasi sistem pertanian konvensional. Belum ada penerapan teknologi di bidang pertanian yang dijalankan oleh masyarakat. Akan tetapi sejumlah masyarakat mulai menerapkan sistem hidroponik secara sederhana skala rumah tangga. Selain itu juga sudah menerapkan sistem pertanian terpadu/terintegrasi yang diinisiasi oleh lahan demplot yang dikelola oleh pemerintah desa,” paparnya.

Sosialisasi dan pelatihan ini melibatkan dua mahasiswa KKN Unud sebagai narasumber, yaitu Kelvin Indra Saputra dari Fakultas Pertanian yang turut membawakan materi seputar pertanian terpadu, dan I Putu Yosan Budana dari Fakultas Teknologi Pertanian yang memaparkan materi seputar hidroponik.

3. Menerapkan zero waste dan mendukung wirausaha di sektor pertanian

Mahasiswa Pertanian Unud Dorong TP PKK di Gianyar Zero WasteKuliah Kerja Nyata Universitas Udayana (KKN Unud) XXVI di Desa Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sementara itu mahasiswa Universitas Udayana, dan TP PKK Desa Pejeng Kelod, I Putu Yosan Budana, mengatakan ia bersama teman-temannya memberikan output berupa pelatihan mengenai pertanian terpadu dan hidroponik untuk mendukung anggota PKK dalam kegiatan ketahanan pangan di Desa Pejeng Kelod, termasuk zero waste.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan melalui teknologi budidaya tanaman pada Demplot Puspa AMAN, mendorong penerapan zero waste, serta mendukung wirausaha di sektor pertanian,” ungkap Yosan.

Dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK, Desak Putu Cili, menyampaikan harapannya agar TP PKK juga dapat lebih semangat memelihara tumbuhan di Demplot Puspa AMAN dan menerapkan ilmu untuk peningkatan ekonomi Desa Pejeng Kelod.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya