Badung, IDN Times - Pelatih Anggar Indonesia spesialis Epee putra-putri, Muhamad Indra Hariana, menyadari penuh lawan berat Indonesia di Kejuaraan Anggar Asia 2025. Sehingga ia tidak berharap banyak, selain menambah jam terbang anak didiknya. Indonesia sendiri harus berjuang lebih untuk mencapai target olimpiade dalam olahraga Anggar ini. Kejuaraan ini dinilai menambah pengalaman, dan atlet Indonesia dapat mempelajari teknik-teknik lawannya, terutama atlet Anggar Jepang. Atlet Anggar Indonesia hanya mampu mengikuti 4-5 kali pertandingan dari target 24 kali pertandingan per tahunnya.
"Kalau Timnas Indonesia ya kita gak ada targetlah di sini. Kita lebih ke jam terbang. Karena target kita itu di SEA Games 2025 di Bangkok bulan Desember. Indonesia kurang jam terbang," terangnya.
