Ilustrasi antrean di SPBU di Bali bulan Oktober 2026 (Dok.IDN Times/istimewa)
Sementara itu, di wilayah Kuta Selatan, Polsek Kuta Selatan mengaku telah melaksanakan monitoring ketersediaan stok BBM di sejumlah SPBU, sejak Rabu (7/10/2026) mulai pukul 09.00 Wita. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Muhammad Said Husen, mengatakan hasil monitoring menunjukkan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih bervariasi. Beberapa SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, maupun Bio Solar.
Sementara terdapat SPBU yang stok beberapa BBM-nya telah kosong, dan satu SPBU di wilayah Jimbaran tercatat nihil beroperasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk terus dilakukan pemantauan secara berkala.
"Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, keterlambatan pasokan antara lain dipengaruhi belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Selain itu, pasokan ke wilayah Kuta Selatan yang berasal dari Depo Sanggaran dan Manggis disebut mengalami pengurangan jatah sekitar 30–40 persen untuk setiap SPBU. Kondisi distribusi juga dapat dipengaruhi keterlambatan kendaraan tangki akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi," jelasnya.