Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angkatan Kerja Bali Turun, Pilih Lanjut Sekolah dan Urus Rumah Tangga
Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Jumlah angkatan kerja di Bali Februari 2026 turun menjadi 2,66 juta orang, dengan TPAK menurun 2,77 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
  • BPS Bali mencatat penurunan angkatan kerja disebabkan banyak penduduk usia kerja memilih melanjutkan sekolah atau mengurus rumah tangga, bukan karena PHK massal.
  • Sektor pertanian masih jadi penyerap tenaga kerja terbesar di Bali sebesar 18,99 persen, sementara aktivitas penerbitan dan telekomunikasi paling rendah hanya 0,22 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis kondisi  ketenagakerjaan Provinsi Bali Februari 2026. Pada periode tersebut, angkatan kerja di Bali tercatat sebanyak 2,66 juta orang, menurun 77,85 ribu orang dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 2,74 juta orang. 

Pada periode yang sama, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Bali mengalami penurunan sebesar 2,77 persen poin menjadi 74,63 persen. Sebelumnya di Februari 2025 sebesar 77,40 persen.

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan penurunan angkatan kerja di Bali karena termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja. “Kenapa turun karena sebagian diantaranya menjadi bukan angkatan kerja, mereka  terdiri dari penduduk usia kerja yang sekolah dan mengurus rumah tangga,” ujar Agus di Kantor BPS Provinsi Bali pada Selasa (5/5/2026). 

1. Angkatan kerja Bali pilih lanjut sekolah, kata Agus, ada indikasi perbaikan ekonomi

Ilustrasi rumah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Agus memaparkan formasi Bukan Angkatan Kerja (BAK) di Bali secara keseluruhan meningkat 105,10 ribu orang. Kategorinya sebagai berikut, penduduk usia kerja yang sedang bersekolah sebanyak 0,34 juta orang. Sementara yang mengurus rumah tangga sebanyak 0,44 juta orang, dan kategori lainnya 0,12 juta orang.

“Meskipun angkatan kerja Bali mengalami penurunan, tapi ternyata sebagian besar dari mereka lari ke bersekolah,” imbuhnya.

Pilihan angkatan kerja kembali bersekolah, kata Agus, ada indikasi perbaikan ekonomi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Ia mengatakan bahwa butuh penelitian mendalam terkait hal tersebut.

2. BPS Bali mengungkap, hanya sebagian kecil angkatan kerja Bali yang kena PHK

ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Bali pada Februari 2026 sebesar 1,59 persen. Angka itu naik 0,01 persen poin dibandingkan dengan Februari 2025. Menanggapi adanya indikasi lapangan pekerjaan di Bali tidak membuka lowongan pekerja baru, Agus mengatakan, hal itu tidak sepenuhnya menjadi penyebab. Ia menegaskan bahwa temuan BPS Bali mencatat, angkatan kerja memilih melanjutkan pendidikan dan mengurus rumah tangga sebagai penyebab utama penurunan jumlah pekerja Bali.

“Kalau dilihat dari alasannya sih gak, jadi hanya sebagian kecil yang tadi mengalami PHK  (pemutusan hubungan kerja). Sebagian besar alasannya karena bersekolah,” kata Agus.

Pihaknya juga belum mendata indikasi berkurangnya jumlah lapangan pekerjaan di Bali. Sementara itu, catatan BPS Bali menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Bali sepanjang Februari 2025-Februari 2026 menurun sebanyak 77,04 ribu orang. 

3. Sektor pertanian serap tenaga kerja tertinggi di Bali

Ilustrasi petani mengangkat sawi putih hasil panen. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Pertanian menjadi lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling tinggi di Bali, yakni sebesar 18,99 persen. Sedangkan, lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling rendah adalah bidang aktivitas penerbitan dan telekomunikasi sebesar 0,22 persen.

Adapun dari sisi status pekerja di Bali, ada 46,97 persen pekerja yang berstatus buruh/karyawan/pegawai. Sementara itu, pekerja bebas di pertanian merupakan status pekerjaan dengan persentase terendah, yakni 2,54 persen. Hal itu berdasarkan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026.

Editorial Team