Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Jembrana pada Rabu dini hari (21/1/2026).(Dok.Istimewa)
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, Putu Agus Artana Putra, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan asesmen intensif dan penanganan darurat di lapangan. Berikut adalah ringkasan dampak di tiap wilayah:
Kecamatan Mendoyo menjadi wilayah paling terdampak dengan 11 lokasi kejadian di 5 desa. Di Desa Yehembang Kauh, sebuah bangunan bangsal roboh dengan kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta. Sementara di Desa Penyaringan, puluhan KK terdampak akibat puting beliung. Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kediaman Wakil Bupati Jembrana di Kelurahan Tegalcangkring.
Kecamatan Jembrana dilaporkan sebanyak 44 KK di Desa Batuagung terdampak puting beliung. Di Desa Air Kuning, selain kerusakan rumah, sebuah kubah Masjid Darul Hidayah dan perahu nelayan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kecamatan Negara dilaporkan angin puting beliung menerjang Desa Banyubiru yang berdampak pada 30 KK, serta Desa Cupel yang mengakibatkan kerusakan rumah dan perahu nelayan.
Kecamatan Melaya dilaporkan terjadi kerusakan atap rumah di Desa Candikusuma akibat puting beliung. Beberapa titik pohon tumbang, seperti di Desa Palasari, telah berhasil ditangani oleh personel Brimob.
Kecamatan Pekutatan dilaporkan tercatat 6 titik lokasi, termasuk di Desa Pekutatan dan Asahduren, yang didominasi oleh kejadian angin puting beliung dan pohon tumbang yang menimpa pemukiman warga.