Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Kucing Suka Mengejar Laser? Ini Risiko Frustrasinya
ilustrasi kucing liar makan (unsplash.com/khaled khazna)
  • Kucing mengejar sinar laser karena naluri berburu menganggapnya seperti hewan kecil bergerak, didukung retina yang lebih peka mendeteksi gerakan cepat.
  • Laser dapat memicu frustrasi karena kucing tidak pernah bisa menangkap targetnya, sehingga berpotensi membuatnya agresif, destruktif, atau tampak stres.
  • Batasi durasi bermain, hentikan saat kucing lelah, jangan sorot mata, dan sediakan mainan lain yang dapat ditangkap untuk mengurangi frustrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kucing cenderung mengejar sinar laser karena menganggap gerakan cepatnya sebagai hewan kecil atau mangsa yang perlu diburu.
  • Who?
    Kucing peliharaan yang bermain mengejar sinar laser, serta pemilik yang menggunakan penunjuk laser saat mengajaknya bermain.
  • Where?
    Permainan dapat terjadi di lingkungan tempat kucing dipelihara; lokasi khusus per saat ini tidak disebutkan.
  • When?
    Saat sinar laser digerakkan cepat di sekitar kucing dan menarik perhatian penglihatannya terhadap gerakan.
  • Why?
    Naluri berburu dan retina dengan lebih banyak sel batang membuat kucing mudah mendeteksi gerakan serta terdorong mengejar sinar laser.
  • How?
    Pemilik disarankan membatasi durasi, menghentikan permainan ketika kucing lelah, tidak menyorot mata, serta menyediakan mainan yang dapat ditangkap kucing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kucing suka mengejar sinar laser karena dikira hewan kecil yang lari. Mata kucing cepat melihat gerakan. Tapi sinar itu tidak bisa ditangkap, jadi kucing bisa kesal dan stres. Mainnya jangan lama. Jangan arahkan laser ke mata kucing. Beri juga mainan lain yang bisa ditangkap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemahaman tentang naluri berburu dan kepekaan kucing terhadap gerakan memberi pemilik peluang untuk melihat permainan laser secara lebih bijak. Dengan durasi yang dibatasi, perhatian saat kucing lelah, serta pilihan mainan yang dapat ditangkap, waktu bermain dapat tetap menjadi sarana stimulasi yang menyenangkan tanpa mengabaikan kenyamanan dan kesehatan mata kucing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing termasuk hewan peliharaan yang suka bermain. Pernahkah kamu melihat kucing mengejar sinar dari sebuah pointing laser? Kucing terlihat sangat agresif mengejar dan berusaha menangkap sinar laser tersebut.

Mengapa kucing sangat suka mengejar sinar laser ini? Berbahayakah permainan ini bagi kucing itu sendiri? Agar kamu tidak penasaran, artikel berikut akan memberikan penjelasan mengenai hal tersebut yang dikutip dari The Spruce Pets.

1. Kucing menganggap sinar laser sebagai hewan kecil

ilustrasi kucing (pexels.com/Chevon Rossouw)

Walaupun kucing merupakan hewan peliharaan yang jinak, namun ia tetap memiliki naluri untuk memburu, menerkam, dan membunuh mangsanya. Saat sinar laser ini lewat dengan cepat di sekitarnya, ia menganggap hal tersebut adalah hewan kecil yang berlari. Sehingga, kucing secara naluri akan berusaha untuk menangkap sinar laser tersebut.

Selain naluri berburunya, retina kucing rupanya menjadi alasan lain kenapa kucing suka mengejar sinar laser. Retina kucing memiliki lebih banyak sel utama batang, berbeda dengan manusia yang lebih banyak kerucut. Hal ini membuat kucing lebih mudah mendeteksi gerakan walaupun penglihatannya kurang jelas. Sehingga, saat sinar laser ada di sekitarnya, ia langsung bisa mendeteksi gerakan sinar laser tersebut dengan cepat.

2. Mengajak kucing bermain sinar laser dapat membuatnya frustasi

Ilustrasi kucing sedang bermain. (Pixabay.com/AlešHáva)

Seperti disebutkan di atas, bahwa kucing memiliki naluri berburu. Saat melihat sinar laser, ia akan berusaha memburunya. Padahal, seperti kita tahu, sinar laser adalah target yang tidak akan pernah bisa diraih atau ditangkap oleh kucing.

Walaupun terlihat bersenang-senang, kucing menganggap bermain dengan laser bukanlah sebuah permainan. Ia menganggap ini adalah sebagai sebuah perburuan. Tentunya, hal ini menjadi kurang baik bagi kucing.

Kucing dapat menjadi frustasi karena tidak akan pernah bisa menangkap titil laser, padalah otaknya telah memberi stimulus agar menangkap sinar laser tersebut. Rasa frustasi dapat menyebabkan kucing menjadi agresif dan destruktif. Hal ini akan membuat kucing terlihat seperti sedang stres.

3. Tips saat mengajak kucing bermain sinar laser

Ilustrasi kucing (IDN Times/Irma Yudistirani)

Batasi waktunya saat mengajak kucing kesayanganmu bermain mengejar sinar laser. Hal ini dapat mengurangi rasa frustasi kucing saat tidak berhasil menangkap sinar laser.

Sudahi permainan saat kucing sudah terlihat letih. Pastikan kamu mengambil dan mengelus-elusnya agar ia tetap tenang.

Saat bermain dengan sinar laser, jangan arahkan sinar laser langsung ke mata kucing, ya! Sinar laser memiliki intensitas cahaya yang sangat terang, sehingga dapat merusak retina mata kucing. Tak hanya kucing, kamu juga tidak boleh mengarahkan langsung sinar laser ini ke arah mata manusia.

Sebaiknya kamu menyediakan banyak mainan lain selain sinar laser untuk kucing kesayanganmu. Kamu bisa mengganti permainan menangkap sinar laser ini dengan menangkap benda lain yang bisa ia tangkap. Pastinya, dengan mainan yang bervariasi, kucing tidak hanya bermain dengan sinar laser saja.

Secara umum, permainan mengejar sinar laser sesungguhnya tidak berbahaya bagi kucing. Selama ia terlihat bergembira dan menikmati permainan tersebut. Nah, sekarang kamu telah mengetahui alasan kenapa kucing suka mengejar sinar laser. Ayo ajak kucing kesayanganmu bermain!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article