Tabanan, IDN Times - Berdasarkan data di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, DBD menduduki peringkat pertama penyakit infeksi yang mendapatkan perawatan. Meski identik dengan penyakit yang merebak pada saat musim penghujan, ternyata saat ini di musim kemarau pun DBD tetap menghantui kesehatan masyarakat. Berdasarkan data dari RSUD Tabanan, jumlah kasus DBD sejak Januari hingga berita ini diterbitkan sebanyak 358 kasus.
Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ketut Nariana mengatakan bahwa Dinkes Tabanan menggelar beberapa program untuk pencegahan DBD yaitu promosi kesehatan ke desa untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M serta promosi kesehatan dengan mobil keliling.
"Dinkes Tabanan juga menyiapkan abate serta fogging untuk daerah yang didapati kasus positif," ujar Nariana.