ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumiarsih, mengungkapkan Bendungan Sidan yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Nusa Penida Ditjen Sumber Daya Air itu memiliki kapasitas tampung 3,82 juta meter kubik dan energi listrik tenaga air sebesar 0,65 Mega Watt (MW).
Bendungan ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018-2021 sebesar Rp800 miliar. Rencananya akan selesai dibangun tahun 2021 mendatang.
"Pembangunan Bendungan Sidan ini memberikan manfaat dari segi konservasi, pariwisata, ketersediaan air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, dan juga adanya PLTM yang nantinya dikoordinasikan dengan pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara)," ungkap Sumiarsih, dikutip dari Antara, Jumat 9/8) lalu.
Bendungan Sidan terletak di daerah aliran Tukad (Sungai) Ayung yang dibangun di atas lahan 82,73 hektare di lima desa yang bertetangga di tiga kabupaten. Yaitu Desa Sidang, Kecamatan Petang, Badung; Desa Buahan Kaja, Payangan, Gianyar; dan Desa Bunuti Bunutin, Desa Mengani, Desa Langgahan, Kintamani, Bangli.
Bendungan ini masuk ke dalam tipe zonel yang memiliki panjang puncak 158 meter, dan lebar puncak 8,5 meter. Proyek ini dikerjakan oleh Konsorsium PT Brantas Abipraya (Persero), PT Universal Suryaprima yang telah dimulai sejak Oktober 2018.