ilustrasi orang berpikir (pixabay.com/libellule789)
Membuat rencana matang memang tiada salahnya, tentu niatnya untuk memaksimalkan keuntungan dengan meminimalisir risiko yang ada. Namun, terus-menerus menyusun rencana tanpa ada ujungnya, rasanya hanya akan buang-buang waktu, tenaga, pikiran, bahkan finansial.
Saat kamu terus berusaha membuat rencana yang sempurna, pasti ada saja kekurangannya. Sebaliknya, saat kamu memiliki rencana yang sudah cukup, baiknya langsung action. Mau bikin rencana kompleks dulu, pun langsung action, bukankah sama-sama berpeluang menemukan kendala?
Dengan berani action, kamu akan menemukan akar masalah pun solusinya secara langsung di lapangan. Sebaliknya, dengan banyak berteori dan tak kunjung turun lapangan, kamu akan dibuat penuh rasa kekurangan, bertanya-tanya, overthinking, dan sejenisnya. Lantas, kapan leganya jika kamu tak kunjung menyelesaikannya dengan action?
Sejatinya, sumber rasa lega itu berasal dari dirimu sendiri, dari kelapangan hatimu. Pun rasa lega itu muncul secara alamiah, dan tak bisa dipaksakan. Selayaknya mulut bisa berucap memberi maaf, namun jika hati belum bisa berlapang dada untuk memaafkan ya bisa apa? Jadi, lakukan yang terbaik dalam hidupmu agar secara otomatis kelegaan itu bisa lahir, ya!