Ilustrasi pasangan suami istri. (Unsplash.com/Becca Tapert)
Keharmonisan kehidupan berumah tangga dipengaruhi oleh kehidupan seksual pasangan tersebut. Lontar Tingkahing Sarasmi mengajarkan empat konsep seksualitas yaitu konsep senggama berdasarkan waktu, konsep Aji Smaragama, konsep Sastra Aji Pangguli Tiga, dan konsep senggama berdasarkan posisi.
Konsep senggama berdasarkan waktu mengajarkan tentang waktu pasangan melakukan hubungan seksual akan memengaruhi karakter dari anak yang akan lahir. Jika melakukannya pagi hari, warna kulitnya bagaikan semut hitam dan memiliki kepintaran. Jika melakukan hubungan seksual saat tengah hari, maka akan menghasilkan anak dengan warna kulit kemerahan. Jika berjenis kelamin perempuan, maka akan menawan dan pintar. Sedangkan, jika berjenis kelamin laki-laki, maka akan memiliki rupa yang menawan.
Jika berhubungan sore, nantinya akan dianugerahi anak dengan warna kulit kuning. Anak ini akan menawan, pintar, dan memiliki sifat yang bijaksana. Jika melakukan hubungan seksual saat senja, akan dianugerahi anak dengan warna kulit agak kehitaman, menawan, dan pintar. Terakhir adalah jika berhubungan badan dilakukan pada tengah malam, maka akan dianugerahi anak dengan warna kulit kemerahan, menawan, dan pintar.
Berikutnya adalah konsep bersenggama berdasarkan posisi. Lontar Tingkahing Sarasmi mengenal lima posisi saat berhubungan seksual. Lima posisi tersebut adalah posisi di tengah (bersemayamnya Hyang Saci dengan Dewi Saraswati) sebagai puncak rasa utama atau kenikmatan seksual. Posisi di bawah (bersemayamnya Dewi Panngegesangan) harus memperhatikan lamanya waktu melakukan hubungan seks.
Posisi sebelah kanan (bersemayamnya bidadari Wilotama), maka kaki kanan sang istri harus dilipat. Posisi di atas (bersemayamnya Hyang Smara Wadhu) dengan cara mempertemukan gempol pantat sang suami dan sang istri. Posisi sebelah kiri (bersemayam Dewi Supraba) kaki kiri istri harus dilipat dan meletakkan bantal di punggung istri.