Denpasar, IDN Times - Lontar merupakan daun dari pohon siwalan yang digunakan sebagai bahan naskah. Jika di Bali, lontar-lontar ini menyimpan naskah tentang peradaban, pengobatan tradisional, sejarah dan lainnya. Bahkan keberadaan lontar dijadikan sebagai warisan budaya Bali.
Karena terbuat dari daun yang dikeringkan, maka lontar rentan sekali rusak, dan selalu dianggap sebagai sesuatu yang tenget (Sakral). Karena itulah Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggandeng Digital Repository Of Endengered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) untuk melestarikan karya sastra lontar Bali menggunakan sistem digitalisasi.
Seperti apa ya ya?
