Tim SAR menemukan WNA India, korban yang sempat hilang terseret arus di Pantai Kelingking.(Dok. IDN Times/Basarnas Bali)
Sekitar Pukul 08.40 Wita, Tim SAR gabungan mendapatkan informasi dari warga, jika ditemukan sesosok jenazah di terdampar pesisir Pantai Kelingking.
Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju arah pesisir Pantai Kelingking. RIB tidak bisa bergerak terlalu dekat ke pesisir, karena kondisi pantai yang dangkal dan banyaknya batu karang.
Sehingga Tim SAR harus menurunkan 3 personel, untuk berenang mendekati posisi tubuh korban.
"Setelah RIB mendekati pesisir, kami diturunkan 3 orang untuk berenang menuju bibir pantai agar bisa mengevakusi jenasah dan dibawa menuju RIB," ungkap Suwena.
Setelah berhasil digapai, tubuh STV langsung dinaikan ke RIB dan dibawa ke Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida.
Pada pukul 09.35 Wita RIB Basarnas Bali (Unit Siaga SAR Nusa Penida) sandar di Pelabuhan Banjar Nyuh, kemudian jenazah STV dibawa menuju RS. Gema Shanti dengan menggunakan ambulance Klinik Nusa Medika.
Diberitakan sebelumnya 2 orang WNA asal India terseret arus saat berada di Pantai Kelingking, Kamis (8/6/2023). Masyarakat serta pemandu lokal melihat ada tubuh terapung-apung di laut. Mendapatkan laporan kejadian tersebut, segera dikerahkan 5 personil Unit Siaga SAR Nusa Penida menggunakan RIB.
Operasi SAR hari pertama telah menemukan korban laki-laki berinsisial VMT (28) dalam keadaan meninggal dunia. Pencarian lanjutan sempat ditunda karena kondisi ombak yang berbahaya. Lalu korban kedua, STV baru ditemukan, Jumat (9/6/2023).