Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)

Intinya sih...

  • Dua pasien superflu di Bali tidak ada hubungan keluarga

  • Faskes di Bali akan tangani pasien dengan gejala influenza sesuai prosedur

  • Dinkes Bali imbau masyarakat jalani gaya hidup sehat dan bersih, pasien diharapkan dapat pengobatan yang tepat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Selain mengungkap dua pasien superflu tidak ada riwayat ke luar negeri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali juga mengatakan kedua pasien tidak ada hubungan keluarga. “Dua orang pasien gak ada hubungan keluarga,” ujar  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti.

Susanti mengatakan, kedua pasien awalnya mengalami gejala mirip dengan influenza. Setelah perawatan intensif, pihaknya juga mengirimkan sampel kedua pasien tersebut ke laboratorium rujukan nasional. Pihaknya baru mengetahui hasil lab tersebut, bahwa kedua pasien positif superflu. Bagaimana proses penanganan pasien? Apa saja pencegahan yang disarankan? Baca selengkapnya di bawah ini.

Faskes di Bali akan tangani pasien dengan gejala influenza sesuai prosedur

Ilustrasi Rumah Sakit (pexels.com/Pixabay)

Susanti menyampaikan, penanganan pasien dengan gejala influenza sesuai dengan prosedur. Ada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Bali, mulai dari puskesmas dan RSUD di Denpasar telah dilengkapi dengan Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). 

“Kemudian untuk SARI ini adalah yang lebih berat saat ke influenza biasanya mengalami sesak ya, itu dirawat di RSUD Denpasar,” imbuh Susanti.

Pihaknya mengaku tidak akan bergantung dengan hasil laboratorium. Kata Susanti, butuh waktu lama untuk menunggu hasil lab rujukan nasional, sebab pengecekan sampel dari seluruh Indonesia. 

“Jadi bisa dikatakan ya kita juga tidak tergantung dengan hasil laboratorium. Tapi langkah-langkah bagaimana agar influenza ini tidak menjadi kejadian luar biasa gitu,” jelas Susanti pada Selasa (13/1/2026).

Dua kasus positif superflu, Dinkes Bali imbau masyarakat jalani gaya hidup sehat dan bersih

ilustrasi bersepeda (IDN Times/Herka Yanis)

Kini, Dinkes Bali tengah meningkatkan kewaspadaan dan respons pelayanan dari pasien dengan gejala influenza. Adanya dua kasus positif akan menjadi sarana menguatkan mekanisme pelayanan pasien. 

Susanti mengimbau kembali agar masyarakat jalani gaya hidup sehat dan bersih. Mulai dari istirahat yang cukup, perbanyak minum air, olahraga rutin, dan diet seimbang. “Kemudian tentu yang pasti kalau misalnya sudah merasa tidak enak badan itu tetap menggunakan masker dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa dilakukan pemeriksaan,” kata Susanti.

Pasien diharapkan dapat pengobatan yang tepat

ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)

Soal penanganan pasien, Susanti berharap agar dapat ditangani dengan tepat. Termasuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai. Ia meminta agar masyarakat tidak panik, sebab superflu berasal dari virus influenza tipe A, yang sudah ada sebelumnya. 

“Jadi statusnya kita bukan kejadian luar biasa atau apa gitu. Jadi masih tetap seperti biasa. Bukan seperti Covid yang jenis virusnya baru ya,” ujarnya.

Jika ada gejala influenza, pasien akan ditangani di puskesmas maupun RSUD di Denpasar. Setelahnya, pasien akan diambil sampel untuk dicek oleh laboratorium rujukan nasional. 

“Memang sudah ada yang terus kita lakukan pengiriman (sampel) dan baru juga hari ini kita terima hasilnya negatif semua,” kata Susanti.

Editorial Team