ODGJ dan petugas di rumah singgah yang berlokasi di Banjar Wanasara Desa Bongan Kabupaten Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Kepala UPTD Pelayanan Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak Tabanan, Ni Komang Tri Ayuningsih, mengatakan saat ini pihaknya menangani 22 ODGJ. Masing-masing 18 orang di antaranya berada di rumah singgah, dan 4 orang dirawat di RSJ Bangli.
"Akhir tahun 2023 ada tambahan dua ODGJ. Zehingga saat ini ada 22 orang yang ditangani," terangnya.
Rumah singgah ini menyediakan delapan kamar. Satu kamar berisi 1-3 pasien. Jadi dilihat dari jumlah sekarang memang masih mencukupi, meski mendekati angka kapasitas maksimal.
"Hari ini ada satu yang pulang dari RSJ Bangli dan ada satu yang dikirim ke sana karena kumat," terang Ayu.
Terkadang yang membuat kapasitas kamar menjadi maksimal karena kamar ODGJ laki-laki dan perempuan terpisah. Sehingga ada kamar yang seharusnya bisa diisi tiga orang, tetapi diisi kurang dari itu karena jenis kelaminnya berbeda. Total ada 18 ODGJ yang ada di rumah singgah, masing-masing 7 perempuan dan 11 laki-laki. Sementara empat ODGJ yang saat ini masih dirawat di RSJ Bangli terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki.