Kebudayaan suatu daerah tidak hanya terbatas dalam bentuk bangunan bersejarah, bahasa daerah, adat-istiadat, atau kesenian saja. Sebab kuliner lokal pun masuk ke dalamnya, jadi patut untuk dilestarikan.
Supaya tidak punah, maka keberadaan kuliner lokal tak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk makanan atau minuman yang bisa dinikmati oleh indera perasa saja. Segala macam latar belakang terbentuknya kuliner tersebut hingga resepnya wajib untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, agar bisa menjadi catatan sejarah yang tidak hilang begitu saja.
Misi mulia inilah yang menjadi perhatian dari Ade Putri Paramadita, seorang culinary storyteller yang rajin membagikan kisah sejarah dan budaya kuliner Indonesia ke mata dunia. Dalam sesi lokakarya Culinary Storytelling: Finding Your Voice di Ubud Food and Festival 2022 pada 25 Juni 2022 lalu, di mana Ade menjadi pembicara utamanya, ia membagikan banyak ilmu terkait culinary storytelling ini.
Seperti apa keseruan acara dan cuplikan ilmu yang ia bagikan? Berikut ulasannya.