Touring jarak jauh sendirian sering dikira menyenangkan. Bayangan pemandangan indah, udara bebas, dan rasa lepas dari rutinitas membuat banyak orang ingin mencobanya. Tapi realitasnya tak seindah ekspektasi. Berada berjam-jam di atas motor, tanpa teman ngobrol, membuat emosi mudah teraduk. Setiap momen kecil bisa terasa besar. Pikiran melompat-lompat tanpa kontrol. Tubuh kelelahan. Hati gampang tersentuh. Kadang bukan karena sedih. Tapi karena lelah dan sendirian. Semua terasa terlalu sunyi.
Bahkan momen bahagia pun bisa bikin menangis saat tidak ada yang bisa diajak berbagi. Touring solo membuka sisi paling mentah dari manusia. Tertutup helm, tapi hati terbuka lebar. Inilah saat di mana tangis muncul tiba-tiba. Tidak direncanakan, tidak dipaksa. Tapi jujur. Berikut lima pengalaman yang sering bikin pengendara motor solo berlinang air mata. Momen-momen kecil yang tak terlihat orang lain, tapi begitu membekas di dalam diri.
