cara marah menggambarkan kematangan emosi (pexels.com/Antoni Shkraba production)
Kematangan emosi adalah kemampuan individu dalam mengontrol dan memberi tanggapan emosi secara matang dan tepat. Berdasarkan laporan dalam Jurnal Penelitian Guru Indonesia tahun 2017 berjudul "Kematangan Emosi Remaja dalam Pengentasan Masalah", kematangan emosi adalah situasi saat seseorang tidak meledakkan emosi di hadapan orang lain. Melainkan menunggu saat dan waktu yang tepat untuk mengekspresikan emosinya dengan cara yang lebih dapat ditentukan. Ini berarti individu tidak akan bereaksi tanpa berpikir terlebih dahulu sehingga dapat memberikan reaksi emosional yang stabil.
Jika kemarahan adalah reaksi emosional yang diekspresikan individu atas rangsangan suatu kejadian tertentu, maka cara individu mengekspresikannya dapat mengungkapkan kematangan emosi. Individu yang dapat mengendalikan emosinya saat ia marah dengan cara yang tidak destruktif, baik terhadap diri sendiri atau lingkungan, maka dapat dikatakan memiliki emosi yang matang.
Sebaliknya, mengekspresikan marah secara destruktif, baik terhadap diri sendiri ataau lingkungan, misalnya dengan melukai diri sendiri, membentak orang lain, berteriak-teriak sehingga menganggu ketertiban umum dan lain sebagainya, adalah cara marah yang menggambarkan emosi yang belum matang atau tidak stabil.
Kematangan emosi tidak ada sangkut pautnya dengan usia seseorang. Bisa jadi, individu yang berusia lebih tua memiliki emosi yang belum matang sehingga mengekspresikan kemarahan secara destruktif. Sebaliknya, individu yang usianya lebih muda bahkan memiliki kematangan emosi yang baik dan mengekspresikan marah dengan cara yang tepat serta tidak destruktif.
Bagaimana menurut kamu dengan penjelasan di atas?