Fayme (nomor tiga dari kanan) bersama tim wushu Karangasem. (dok.Pribadi/Fayme)
Setelah mengetahui informasi pendaftaran beasiswa, Fayme langsung mempersiapkan banyak dokumen yang diperlukan. Pendaftaran dilakukan secara online dan bertahap. Tahap pertama, ia memasukkan beberapa data melalui Google Form. Lalu diminta untuk bergabung di sebuah grup WhatsApp.
Tahap berikutnya, Fayme kembali memasukkan beberapa data yang diperlukan. Ia juga harus menyertakan rapor SMA dari semester 1 sampai 5, beserta paspor.
“Proses pendaftarannya cukup sulit dan tidak sesederhana yang saya kira. Bersyukur saya bisa menjalani proses tersebut sesuai yang diminta pihak penyelenggara beasiswa,” tutur siswi SMA Negeri 1 Amlapura ini.
Pada 7 Maret 2025, Fayme mendapatkan kabar bahwa dirinya lolos sebagai penerima beasiswa kuliah di Hainan University. Anak kedua dari pasangan Agus Adhi Suteja dan Fenny Indawaty ini memilih jurusan Chinese Language.
“Saya memiliki cita-cita menjadi seorang guru pengajar. Tentunya, jurusan Chinese Language ini sangat mendukung profesinya kelak sebagai tenaga pengajar,” ungkap Fayme.
Setelah dinyatakan lulus, ia wajib mengumpulkan beberapa berkas lagi seperti piagam penghargaan (prestasi) yang pernah diraih, transkrip nilai, dan beberapa dokumen lainnya. Pihak penyelenggara beasiswa dari China ini nantinya akan menanggung biaya kuliah, asrama, asuransi kesehatan, dan uang saku
Menariknya, Fayme setelah tamat kuliah tidak diwajibkan untuk mengabdi atau terikat kontrak kerja dengan pihak pemberi beasiswa. Ia bisa bebas memilih meniti karier di mana saja.