Jalan berlubang selalu menjadi keluhan klasik bagi para pengguna jalan. Keberadaannya kerap dianggap biasa, padahal dampaknya bisa sangat serius. Mulai dari kerusakan kendaraan, gangguan lalu lintas, hingga menyebabkan kecelakaan fatal. Sayangnya, masalah ini justru dianggap remeh dan sering tidak ditindaklanjuti secara serius. Kondisi jalan yang tidak rata menciptakan potensi bahaya yang tidak bisa diabaikan. Apalagi jika lubangnya tertutup air hujan atau muncul di area minim pencahayaan.
Banyak pengendara yang tidak sempat menghindar hingga harus mengalami insiden yang mengganggu keselamatan. Jalan berlubang bukan hanya soal estetika atau kenyamanan berkendara. Fenomena ini juga menyiratkan banyak persoalan mendalam yang jarang diketahui masyarakat. Di balik satu lubang di aspal, tersimpan berbagai ironi infrastruktur hingga masalah teknis yang kerap terlewat dari perhatian publik.
Masalah ini juga berdampak pada waktu tempuh, konsumsi bahan bakar, hingga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pembangunan. Kondisi jalan seharusnya menjadi simbol kemajuan, bukan cermin dari pembiaran. Setiap lubang yang dibiarkan bisa berubah menjadi jebakan nyata bagi siapa pun yang melintas. Berikut lima fakta tentang jalan berlubang yang jarang disorot, namun penting diketahui agar lebih bijak saat berkendara dan memahami akar persoalannya.